Bupati-Wabup Dogiyai Diminta Selesai Internal
NABIRE – Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Dogiyai diminta selesaikan masalah internalnya sendiri, tidak membuka aib diantaranya keluar melalui media sosial. Tetapi apabila ada masalah internal, selesai secara baik-baik, sebagai suami isteri di dalam keluarga.

NABIRE – Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Dogiyai diminta selesaikan masalah internalnya sendiri, tidak membuka aib diantaranya keluar melalui media sosial. Tetapi apabila ada masalah internal, selesai secara baik-baik, sebagai suami isteri di dalam keluarga.
Himbauan tersebut disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yoseph Minai, Senin (4/10) pagi menanggapi perseteruan antar orang nomor 1 dan 2 di Kabupaten Dogiyai.
Menurutnya, persoalan antara Bupati dan Wakil Bupati ibarat persoalan dapur antara suami-isteri. Oleh karena itu, jika ada persoalan antara Bupati dan Wakil Bupati, selesaikan secara internal dengan tidak membuka keluar melalui media sosial.
Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, dengan membukanya keluar permasalahan internal antara Bupati dan Wakil Bupati akan menimbulkan efek yang kurang bagus di tengah masyarakat, karena masyarakat juga akan terbagi-bagi dengan persoalan internal antara pemimpin daerah.
Untuk menghindari perbedaan pandangan dan persoalan internal antara 01 dan 02 Dogiyai, Bupati Yakobus Dumupa dan Wakil Bupati Oskar Makai juga diminta tidak terpengaruh cepat dengan laporan masyarakat. Karena, masyarakat juga bisa mengadudomba antara Bupati dan Wakil Bupati ketika merasakan keluhannya tidak didengar oleh Bupati bisa saja melaporkan yang bukan-bukan kepada Wakil Bupati dan sebaliknya ketika Wakil Bupati tidak menanggapi baik keluhan masyarakat bisa mengadu ke Bupati.
Minai menilai kini tinggal tersisa setahun, masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai sehingga diminta untuk membenahi Dogiyai selasa sisa masa jabatan, karena masih banyak yang perlu dibenahi dalam berbagai aspek pembangunan di Kabupaten Dogiyai. Untuk membenahi semua aspek pembangunan yang belum tuntas, Minai lebih pas jika bergandengan tangan antara Bupati dan Wakil Bupati untuk menyelesaikan aspek-aspek pembangunan yang belum ditata baik.
Oleh sebab itu, Minai meminta persoalan antara Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai melalui media sosial, sudah bukan pada tempatnya. Solusianya, secara internal agar masyarakat Dogiyai tidak terjadi kota-kota sehingga akan memperkeruh kondisi masyarakat di lapangan. Persoalan antara suami-isteri, antara Bupati dan Wakil Bupati melalui media sosial bukan solusi tetapi apabila ada masalah antara suami isteri sebaiknya selesaikan masalahnya di dapur, tidak pantas disebarkan melalui media sosial kepada publik. (ans)
Bagikan artikel ini



