NABIRE - Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, meresmikan klinik utama Gerakan Sayang Ibu dan Anak (GSIA) yang sebelumnya di Karang Mulia kini telah pindah ke Nabire Barat demi mempersempit ruang untuk kendalikan sesuatu yang berdampak buruk bagi ibu hamil dan anak di wilayah Kabupaten Nabire.


"Ketika Provinsi Papua Tengah berada di Kabupaten Nabire, bahwa bagian Nabire Barat akan mengalami perubahan signifikan di waktu yang akan datang," ucap Mesak di klinik utama GSI bekas Puskesmas SP1 Kalibumi Distrik Nabire Barat, Selasa (17/09/2024).


Dirinya menyampaikan di tempat ini, SP1 Bumi Raya Nabire Barat merupakan daerah yang selama ini dianggap kawasan terjauh dari posisi antara kota.


"Ketika Papua Tengah akan sentralnya di Nabire bagian barat, maka klinik ini akan menjadi utama dan menjadi besar dalam sentral Provinsi Papua Tengah," katanya.


Mesak Magai mengatakan, ketika klinik utama GSI di tempat ini, bukan berarti bahwa pelayanan semua ibu hamil dan anak di Puskesmas tidak akan dilayani, "Tidak, di sini kami siapkan sekaligus dengan dokter spesialis untuk melihat langsung dengan peralatan yang lengkap," ujarnya.


Kemudian Mesak menyerahkan surat izin operasional klinik utama  GSI kepada dr. Anggelita Kandio, SPOG, dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda klinik utama GSIA siap untuk memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan ibu melahirkan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep,Ners.,M.Kep menyampaikan, undangan untuk semua kepala-kepala OPD kemudian kepala-kepala distrik yang ada di Kabupaten Nabire, serta kepala-kepala kampung dan 32 Puskesmas.


"Kami menyampaikan undangan untuk warga transmigrasi yang ada di SP3, SP1, SP2, Karadiri, SPC, Wanggar Sari, SPA, Yaro dan Wami untuk menghadiri launching GSIA," ucapnya.


Dengan tujuan agar bapak, ibu tokoh masyarakat, tokoh adat dan kepala kampung, mengetahui bahwa klinik lama yang di Karang Mulia sudah dipindahkan ke SP1 Bumi Raya.


Silas mengatakan dengan adanya klinik utama GSIA ini, untuk melayani semua warga masyarakat, baik yang ada diseputar SP tapi juga di wilayah barat dan timur. "Kita memaksimalkan layani ini agar memudahkan masyarakat untuk dapat menjangkau pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak," ujarnya.


Ketua panitia Hamzah menjelaskan, gerakan ini merupakan wujud nyata kepedulian semua terhadap kesehatan. Semua sadar berapa pentingnya kesehatan ibu dan anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan adanya gerakan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya ibu dan anak di wilayah Kabupaten Nabire.


Kemudian diakhir kegiatan dilanjutkan pelepasan balon ke udara sebagai simbol yang menandai bahwa pembukaan secara resmi pelayanan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Direktur BLUD RSUD Nabire, dr. Frans Sayori, kepala klinik utama GSIA, kepala OPD di lingkungan pemerintah, Kepala Distrik Nabire, Kepala Bidang Lingkungan Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas sekabupaten Nabire, kepala kampung serta undangan lainnya.(sam)