Bupati se Meepago Komitmen Perjuangkan Provinsi Papua Tengah
NABIRE - Para Bupati se wilayah Meepago berkomitmen untuk memperjuangkan atau lebih tepatnya pengaktifan kembali pemekaran Provinsi Papua T
Bagikan
NABIRE - Para Bupati se wilayah Meepago berkomitmen untuk memperjuangkan atau lebih tepatnya
pengaktifan kembali pemekaran Provinsi Papua Tengah yang sebelumnya
berkedudukan atau ditunjuknya Timika (Mimika) sebagai Ibukota Provinsi Papua
sesuai Undang-Undang nomor 45 tahun 1999 tentang Pemekaran di Papua. Hal ini seperti ditegaskan Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP, selaku Ketua Asosiasi Bupati
se-Meepago, Provinsi Papua usai menggelar rapat kerja dalam rangka membahas
sejumlah program strategis pembangunan kawasan Meepago, di ruang rapat Bupati Kabupaten Nabire, Jalan Merdeka Nabire, Rabu (6/3/2019) kemarin. Bupati Isaias didamping Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP, Bupati Paniai Mecky Nawipa dan
Wakil Bupati Paniai, Otopianus Gobay
serta Wakil Bupati Deiyai Hengky Pigai, S.Pt, kepada sejumlah awak media
menegaskan, kami para bupati se Meepago menyepakati dan menyeruhkan kepada semua
pihak untuk mempersiapkan diri menerima pemekaran Provinsi Papua Tengah. Dikatakan, untuk pemekaran Provinsi Papua Tengah akan diperjuangkan secepatnya. Hal itu
dibuktikan dan dinyatakan dalam waktu dekat atau sedikit lagi menurut Bupati
Isaias, para bupati ini akan menghadap Presiden Republik Indonesia untuk
mempertanyakan dan mempertegas terkait pemekaran Provinsi Papua Tengah. “Pemekaran Provinsi Papua Tengah ini sudah ada undang-undangnya, tinggal bagaimana
mengaktifkan kembali. Ini juga sudah kami sepakati bersama dan yang minta baru
itu, baru artinya soal pemekaran Provinsi Papua Tengah ini sudah lama, dulu
ditepatkan di Timika namun dibatalkan, sehingga Nabire sudah sangat siap untuk
menerima,” tegas Isaias. Bupati Isaias Douw menambahkan, soal letak ibukota provinsi dimaksud itu pastinya kewenangan
pusat melalui peninjauan dan selanjutnya dinyatakan layak dan aman menjadi
ibukota provinsi Papua Tengah, entah itu di Biak, Timika dan Nabire atau di
salah satu di daerah pedalaman seperti Dogiyai dan Paniai atau mungkin lainnya.
“Ini kita serahkan pusat, namun bagaimana bisa menghadirkan provinsi ini. Itu yang
terpenting butuh dukungan semua pihak, termasuk para bupati dan ini kesempatan
karena para bupati yang ada di Meepago juga sudah memberikan mendukungnya.
Papua Barat saja bisa mengapa Papua Tengah tidak, jadi moratorium terkait
pemekaran daerah di Papua harus dibuka, karena ini bagian dari hak masyarakat
Papua, terpenting bukan minta referendum,” pungkasnya.(wan)
Bagikan artikel ini



