Bupati Resmi Melepas Peserta Sensus Pertanian di Deiyai
DEIYAI - Bupati Deiyai, Melkianus Mote, secara resmi melepas tenaga sensus pertanian di wilayah Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

DEIYAI - Bupati Deiyai, Melkianus Mote, secara resmi melepas tenaga sensus pertanian di wilayah Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.
Pelepasan tenaga sensus pertanian, yang akan turun lapangan melakukan pendataan sektor pertanian, terdiri dari, para ASN, tenaga honorer, di lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai.
Dalam kesempatan itu, Bupati Deiyai, Melkianus mote, melalui amanatnya menyampaikan, Kabupaten Deiyai salah satu di tanah Papua, punya potensi pertanian yang potensial.
Potensi pertanian, seperti sayur-mayur, buah-buahan dan umbi-umbihan, yang selalu garap warga, yang sangat cukup menjanjikan.

Oleh karena itu, kata bupati, dalam menjalankan sensus pertanian ini, dapat mendata jenis sayur langkah di daerah lain di Papua bahkan dunia, seperti sayur hitam atau dalam bahasa Mee (Digiyogubo) dan juga taman sayur lainya, terutama tanaman sayur yang selalu digarap warga, sesuai sasaran sensus, terutama tanaman sayur lain yang selalu mendatang uang bagi warga untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.
"Saya juga berharap, para peserta sensus pertanian dapat mengenakan tanda pengenal sebagai peserta sensus pertanian tahun 2025 di Deiyai selama proses pendataan berlangsung, agar selama proses sensus pertanian berjalan lancar dan sukses sesuai tujuan yang diharapkan," harapanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Deiyai, yang juga kepala dinas teknis pelaksanaan sensus pertanian, Alex Pigai mengatakan, sensus pertanian yang akan dilaksanakan selama beberapa hari kedepan, salah satu tujuannya, melihat dari dekat perkembangan potensi pertanian, pada beberapa jenis pertanian yang selalu digarap dan dibudidayakan oleh para warga tani di Deiyai. Baik digarap secara individu maupun kelompok tani yang ada di lima distrik sekabupaten Deiyai.
Kadis Pertanian juga mengharapkan, dukungan dan partisipasi dari semua pihak terkait dan warga tani sendiri, agar proses sensus dapat lancar dan sukses sesuai harapan bersama.(hbb)
Bagikan artikel ini



