Bupati Nabire : Warga Lapas Punya Banyak Potensi

NABIRE - Warga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nabire ini adalah warga khusus yang perlu perhatian dari pemerintah. Warga Lapas ini pasti dididik oleh petugas Lapas seperti pertanian dan lain sebagainya. Demikian dikatakan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, di Kantor Lapas, Sabtu (29/3/2025) lalu.
Dikatakan Bupati Mesak, jika sudah keluar dai Lapas, dirinya percaya warga binaan akan menjadi masyarakat yang teladan yang sudah terdidik dan akan terapkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki. Seperti kemampuan dalam pertanian dan peternakan.
"Kita di Nabire ini mulai dari bawang merah, cabai dan sebagainya, itu didatangkan dari luar. Kenapa didatangkan dari luar, karena kita tidak mampu produksi. Tadi saya duduk dengan pak gubernur, saya sampaikan kepada pak gubernur, bahwa produktivitas masyarakat ini lemah sekali yang ada di Papua Tengah. Sehingga banyak sekali yang kita datangkan dari luar, dari Makassar dan Manado, seperti sayur mayur," kata Mesak.
Dirinya mengharapkan kepada warga binaan ketika sudah keluar nanti untuk membuka lahan pertanian menanam cabai, tomat dan sayur mayur. Bupati Mesak mengingatkan kepada warga binaan untuk tidak berharap dari yang instan.
“Main Togel mulai dari Singapura ikut lagi Togel, mulai dari Sidney ikut lagi main Togel, sampai rugi, sampai jual barang dan sebagainya. Itukan rugi, bapak-bapak sekalian agar itu tidak terjadi dan keluar dari sini mari bangun sama-sama pemerintah dan bangun ekonomi," tegasnya.
Bupati Mesak juga memberikan dukungan dan semangat, motifasi kepada warga binaan. Dirinya bercerita, dengan membuka peternakan bisa mendatangkan untung besar, perbulan bisa mencapai 12 jutaan. Artinya, potensi yang dimiliki warga binaan Lapas adalah potensi yang sangat besar. Sehingga ketika keluar dari Lapas diharapkan untuk membuat lapangan kerja, agar hasil ini bisa dinikmati.
“Warga Lapas yang sudah dididik oleh petugas Lapas harus bisa kembangkan ekonomi serta potensi yang ada. Keuntungan dari buka usaha sendiri itu lebih besar dan belum tentu hasil itu sama seperti pegawai,” tuturnya. (Feb)
Bagikan artikel ini


