NABIRE - Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si berkomitmen pendidikan di daerah terpencil harus berpola asrama. Untuk itu di tahun anggaran 2023 akan mendorong pembangunan berpola asrama di wilayah timur Nabire, wilayah barat Nabire dan di wilayah pedalaman. 

Demikian dikatakan Bupati Mesak saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) pertama alumni SMA YPK di Aula Dinas PUPR Nabire, Kamis (06/10/22) kemarin.

Sementara sekolah kecil yang ada di daerah terpencil, kata Bupati Mesak, hanya bisa ada kelas kecil. Kelas kecil yang dimaksud adalah sekolah yang berada di daerah terpencil hanya bisa mengajar bagi murid kelas 1 hngga kelas 3. Sedangkan kekas 4 hingga kelas 6 diarahkan ke sekolah yang berpola asrama.

Sehingga untuk kelas 1 hingga kelas 3 diutamakan dari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hanya terfokus pada kegiatan membaca, menghitung dan menulis. Hal ini dapat dilakukan karena pada sekolah–sekolah yang berada di daerah terpencil sangat kurang tenaga guru yang berstatus PNS.

Untuk itu apabila kita telah membangun pendidikan di tiga daerah yang di maksud dan berpola asrama, maka kita pun harus bagi tugas dalam memberikan gaji bagi para guru honor yang akan diangkat dan bertugas di kampung-kampung.

Semua guru yang akan diangkat perlu didata. Sehingga dalam pembagian tugas pemberian gaji juga harus jelas. Mana yang gajinya ditanggung oleh pemerintah dan mana yang ditanggung oleh pihak gereja.

Dirinya selaku Bupati Nabire akan meminta agar dana kampung yang diterima para kepala kampung diharuskan ada dana yang diberikan untuk menunjang biaya pendidikan dan kesehatan di masing-masing kampung.

Selaku bupati juga akan meminta seluruh masyarakat agar dapat memberikan pengawalan yang sangat ketat terhadap dana kampong. Karena dari data dan fakta di lapangan, dana kampung tidak diberikan untuk menunjang biaya pendidikan dan kesehatan.(des)