Bupati Nabire Fasilitasi Pertemuan Bank Papua Dengan Keluarga Yamban
NABIRE - Sengketa tanah Bank Papua dengan keluarga Yamban, Senin (28/8/23) dimediasi oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si didampingi Kapolres Nabire dan Dandim Nabire. Dari pertemuan mediasi itu telah membuahkan hasil, akan dilakukan pembayaran kepada Keluarga Yamban pada Selasa (29/8/23) hari ini di ruang rapat Setda Nabire.

NABIRE - Sengketa tanah Bank Papua dengan keluarga Yamban, Senin (28/8/23) dimediasi oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si didampingi Kapolres Nabire dan Dandim Nabire. Dari pertemuan mediasi itu telah membuahkan hasil, akan dilakukan pembayaran kepada Keluarga Yamban pada Selasa (29/8/23) hari ini di ruang rapat Setda Nabire.
Dikatakan Bupati Mesak Magai, untuk menyelesaikan masalah tanah kantor Bank Papua Cabang Nabire, beberapa waktu lalu sudah bertemu antara kedua belah pihak. Namun karena saat itu pihak Keluarga Yamban belum lengkap sehingga pertemuan belum tuntas. Dan akhirnya Senin hari ini dilanjutkan karena kedua belah pihak telah hadir secara lengkap.
Dikatakan bupati, untuk menyelesaikan persoalan lahan ini diharapkan tidak bertele-tele tapi harus segera diselesaikan. “Karena kita juga banyak hal yang harus diselesaikan seperti kemarin sore ada aksi dari warga lain soal kejadian dari Lagari,” tambahnya.
Kata Bupati Mesak, masalah ini belum selesai sehingga diriya bersama Kapolres dan Dandim sedang kosentrasi untuk penyelesaian masalah itu.
“Sehingga persoalan tanah Bank Papua ini biarlah kita selesaikan kekeluargaan dari hati yang penuh sukacita. Marilah kita sama-sama menerima itu menjadi satu berkat bagi kita sekalian. Itulah yang saya harapkan kepada kita sekalian,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, SIK, SH, menyampaikan, pertemuan pertama dan kedua duduk bersama di dalam ruangan ini mungkin sudah ada komunikasi pembicaraan baik secara internal dari kedua belah pihak sehingga terjadi suatu kesepakatan.
“Kami berharap hasil yang didapat nantinya, merupakan suatu hal yang baik, yang positif. Selain permasalahan bapak ibu, masih ada permasalahan-permasalahan masyarakat yang harus kami tangani yang hal ini tentunya apabila dikelola dengan baik bisa berdampak kepada masyarakat luar. Mari kita duduk bersama dengan bijak dan kepala dingin kita saling berdiskusi, berkomunikasi untuk mencapai suatu persamaan persepsi untuk mencapai suatu kesepakatan yang baik untuk seluruh pihak,” pungkasnya. (modes/feb)
Bagikan artikel ini



