Bupati Nabire Dukung Polisi Proses “Mobil Nangka”
NABIRE - Di sela-sela kegiatan Hari Kartini, Kamis (21/4/22) Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si menyampaikan jika dirinya selaku bupati sangat mendukung Polisi untuk menangkap para pelaku dan pemilik “mobil nangka” alias mobil dengan tangki BBM yang telah dimodivikasi.

NABIRE - Di sela-sela kegiatan Hari Kartini, Kamis (21/4/22) Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si menyampaikan jika dirinya selaku bupati sangat mendukung Polisi untuk menangkap para pelaku dan pemilik “mobil nangka” alias mobil dengan tangki BBM yang telah dimodivikasi.
Bupati meminta kepada aparat kepolisian dalam hal ini Polres Nabire agar pelaku yang sudah diamankan dapat diproses hokum. Sebab dengan menggunakan tangki modivikasi untuk mendapatkan BBM yang banyak merupakan motif kejahatan.
Menurut Bupati Mesak Magai, tindakan yang telah dilakukan selama ini merupakan mafia kejahatan yang seharusnya diusut hingga tuntas. Sebab menurut bupati, terlihat sudah dua tahun ini terjadi antrian yang panjang di semua SPBU yang ada di Nabire. Dan setelah diamati secara perlahan oleh pihak Kepolisian, ternyata BBM yang ada di semua SPBU disedot habis oleh para pelaku kejahatan guna menjalankan bisnisnya untuk meraup untung besar sementara masyarakat lain yang menderita.
Untuk itu Bupati Mesak meminta agar aparat kepolisian Polres Nabire untuk terus melakukan pemantauan bagi seluruh kendaraan. Agar tidak lagi menggunakan tangki modifikasi. Jika ada lagi harus ditangkap dan selanjutnya diproses hukum. Karena apa yang dilakukan oleh oknum-oknum sopir ini sesungguhnya merupakan mafia kejahatan, sehingga harus dibatasi.
“Dan para pelaku yang sudah ditangkap, selaku bupati saya minta agar diproses hukum sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku di negara ini. Saya minta kepada pihak Kepolisian agar pelaku yang sudah ada segera ditindak tegas. Karena perbuatan para pelaku mobil nangka ini merupakan motif dan mafia kejahatan yang harus diusut hingga tuntas dan pelakunya juga dihukum,” ujarnya.
Sementara itu berdasarkan data dan hasil pantauan Papuapos Nabire, semenjak ditangkapnya pelaku mobil modifikasi terlihat di sejumlah SPBU yang ada di Nabire ini sudah sepi dari antrian yang berkepanjangan. Baik itu SPBU Oyehe, Bukit Meriam dan juga SPBU Bumi Wonorejo dan Teluk Kimi.
Dan juga berdasarkan keterangan salah seorang staf Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire kepada media ini di awal tahun 2022, katanya pihak Pertamina Nabire mengatakan untuk stok BBM Kabupaten Nabire itu cukup, namun menetes di mana-mana. Sehingga masyarakat bisa melihat terjadinya antrian di semua SPBU yang tak penah ada habisnya. Bahkan antrian untuk mendapatkan BBM di SPBU dilakukan semenjak malam hari dan itupun dilakukan oleh para sopir pemilik mobil nangka.
Untuk itu Bupati Mesak Magai meminta kepada pihak Kepolisian agar terus melakukan pantauan di seluruh SPBU. Dan jika menemukan mobil nangka harus ditangkap dan diproses hukum agar di Nabire tidak lagi ada pelaku kejahatan BBM.(des)
Bagikan artikel ini


