NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si mengapresiasi zoom meeting dengan BAKTI, Rabu (10/8/22) di ruang zoom meting Dinas Kominfo Kabupaten Nabire, yang membahas kondisi Papua terutama di wilayah Kabupaten Nabire. 

Kata Bupati Mesak Magai, dirinya menguraikan tentang kondisi di Papua terutama wilayah Kabupaten Nabire ketika Provinsi Papua awalnya, ketika dilihat dari historis pemerintahan sebelumnya itu Irian Jaya. Irian Jaya itu masih terdiri dari 9 kabupaten ketika itu. Papua bagian selatan kota sentral, sekawasan Merauke kemudian sekawasan Papua itu ibu kota sentralnya di Jayapura sekarang ibu kota Provinsi Papua.

Kemudian pegunungan itu, ibu kota Jaya Wijaya disebut Wamena adalah kota sentral sekawasan pegunungan. Kemudian kota sentral kepulauan dan pesisir itu kota sentralnya di Biak. Kemudian Nabire ini kota sentral dari delapan kabupaten sekawasan Papua Tengah.

“Sekarang kami bersyukur bahwa Nabire sudah menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengan maka itu segala bidang itu kota sentralnya di Nabire. Baik itu pendidikan, pelayanan kesehatan, insfrastruktur, ekonomi, dan juga suplay segala sesuatu yang ada di delapan kabupaten sekawasan Papua Tengah itu, pintu aksesnya melalui Nabire. Maka Nabire ini kondisi penduduk Kabupaten Nabire saat ini pun kami ini seperti Indonesia mini. Karena penduduk Kabupaten Nabire itu dari Sabang sampai Merauke mendiami disini berbagai suku, agama, ras, etnis, adat istiadat dan budaya,” papar bupati.

Lebih lanjut dikatakan, Kota Nabire ini kota sentral sekawasan Papua tengah dan kabupaten tertua se Papua. Maka hari ini dirinya berikan satu apresiasi yang besar-besarnya kepada pimpinan BAKTI untuk kebijakan tersendiri. Sehingga perhatian khusus untuk BTS di Papua, sekawasan Papua perlu perhatian serius. 

Pihaknya sampaikan, wilayah Puncak Jaya, Intan Jaya, Puncak, itu daerah-daerah konflik sebagian besar penduduk termasuk sekolah pelayanan kesehatan semua ada di Nabire. Sehingga kondisi Kabupaten Nabire harus distabilkan dari berbagai sisi untuk demi kemajuan Papua.

“Indonesia semua ada di Nabire maka pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih dan juga selama ini ada perhatian saya bersyukur bahwa awal mulanya dulu komunikasi, telpon, WA dan sebagainya itu hanya bisa akses seputar kota. Tetapi mulai dari tahun 2021 dan tahun 2022 mulai daerah terpencil, kecamatan-kecamatan terpencil pun sudah mulai aksesnya bisa stabil sama seperti Jakarta, Makasar, Jayapura,” tutur Mesak. (modes)