Bupati Mesak : Tugas Biayai Bangun Nabire, Sangat Besar
NABIRE – Tugas dan tanggung jawab untuk membiayai segala aspek pembangunan di Kabupaten Nabire, sangat besar. Penegasan ini disampaikan saat Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, memberikan kata sambutan saat Sosialisasi SIPD se-Wilayah Meepago, di Ruang Rapat Kantor Bupati Nabire, Jumat (28/1/22) pekan lalu.

NABIRE – Tugas dan tanggung jawab untuk membiayai segala aspek pembangunan di Kabupaten Nabire, sangat besar. Penegasan ini disampaikan saat Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, memberikan kata sambutan saat Sosialisasi SIPD se-Wilayah Meepago, di Ruang Rapat Kantor Bupati Nabire, Jumat (28/1/22) pekan lalu.
Lanjut Bupati Mesak, terkadang ketika pemerintah pusat mengambil kebijakan justeru pihaknya yang berada di daerah yang “tangkis” ketika itu menjadi masalah.
“Maka itu kesempatan yang bahagia ini saya mendapat satu apresiasi yang sebesar-besarnya ketika Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI datang meninjau kami di Nabire,” ujarnya.
Di awal sambutannya, Bupati Mesak menyampaikan ucapan selamat dating kepada Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI beserta rombongan yang telah tiba di Nabire.
Dalam laporannya Bupati Mesak menyampaikan, Kabupaten Nabire ini awal mulanya bernama Kabupaten Paniai ketika di waktu yang lalu masih ada 9 kabupaten di Irian Jaya. Kabupaten Nabire ini sudah memekarkan beberapa kabupaten yaitu Puncak Jaya dan Kabupaten Paniai. Kemudian Kabupaten Nabire dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Dogiyai. Dan kini, Kabupaten Nabire sudah memiliki cucu yaitu Kabupaten Deiyai, Intan Jaya dan Kabupaten Ouncak. Kabupaten Nabire ini, lanjut Bupati Mesak, adalah kabupaten tertua di Papua.
“Beberapa hari ini dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI memberikan pembekalan kepada kami tentang SIPD yagn selama ini kita lakukan. Maka melalui kegiatan ini saya percaya bahwa seluruh OPD dari kabupaten yang ada di wilayah Meepago ini mengikuti dengan baik. Sehingga kita memperoleh suatu apresiasi yang besar oleh kementerian bahkan dari pemerintah pusat. Kita bisa memahami di dalam penganggaran kemudian pertanggung jawaban anggaran yang kita kelola beberapa tahun kedepan,” ujarnya. (ros)
Bagikan artikel ini



