NABIRE – Bupati Nabire, Mesak Magai marah karena sebagian besar pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire tidak mengikuti sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nabire. Siapa pimpinan SKPD yang tidak menghadiri dan sidang paripurna DPRD selanjutnya akan diberikan sanksi. 

Kekesalan kepala pemerintahan di Kabupaten Nabire ini diungkapkan sebelum menyampaikan sambutan penutup Sidang Paripurna DPRD Nabire, Selasa (2/8/22) malam. Sidang Paripurna tersebut untuk membahas dan menetapkan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nabire tahun anggaran 2021, dipimpin Wakil Ketua I, Evan Robert Ibo.

Bupati Mesak tidak menyebut sanksi dalam bentuk apa tetapi secara tegas mengatakan akan memantau setiap pejabat baik itu pimpinan OPD maupun kepala bagian di lingkungan Sekretariat kehadirannya dalam kegiatan sidang di DPRD Nabire.

Mantan anggota DPRP Papua ini menilai, anggota DPRD Nabire, 25 orang itu proaktif tetapi pejabat-pejabat di eksekutif sendiri tidak aktif sama sekali, terutama kepala-kepala SKPD. 

Menurut pengamatan media, selama dua kali persidangan yakni sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Nabire tahun 2021 dan sidang paripurna Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Nabire tahun anggaran 2021, sebagian pejabat eksekutif tidak menghadiri undangan dewan.

Oleh sebab itu, Bupati Mesak berharap untuk sidang-sidang selanjutnya, seluruh kepala SKPD wajib dan harus hadir. “Siapapun yang tidak akan hadir di dalam sidang-sidang selanjutnya, saya akan pertegas kepada kepala-kepala SKPD yang tidak hadir dan tidak akan mengikuti sidang di DPRD. Karena seluruh keuangan APBD Kabupaten Nabire itu dikelola di SKPD masing-masing semua,” ungkapnya.

Bupati Mesak menambahkan, jika hari ini kita diskusi, ada pertanyaan dari anggota DPRD tentang BPBD (Badan Pengelola Bencana Daerah), siapa yang bisa jawab, apakah BPBD sudah hadir, sama juga DPU, sama juga kependudukan seperti itu,” bebernya.

Oleh sebab itu, Bupati Mesak menegaskan, mulai hari ini dan selanjutnya, eksekutif juga harus proaktif. “Tidak bisa kerja seperti begini. Tetapi saat kita rapat internal eksekutif akan dipertegas lagi nanti,” tegasnya. (ans)