NABIRE – Bupati Nabire, Mesak Magai mnembuka pintu Puskesmas Perawatan (Puskesmas Rawat Inap) Wanggar di Kampung Wiraska, Distrik Wanggar, tanda dimulainya pelayanan kesehatan sebagai Puskesmas Perawatan di wilayah Nabire Barat. Bupati membuka pintu Puskesmas Perawatan saat syukuran masyarakat atas berdirinya gedung Puskesmas Perawatan berlantai dua, di Wanggar Sari, Sabtu (15/7) lalu.

Sebelum Bupati membuka pintu, pastor Oktovianus Ricky Yeuyanan, Pr memimpin ibadah pemberkatan gedug baru dan memberkati setiap ruangan setelah Bupati Nabire, Mesak Magai membuka pintu dengan menggunting pita.

Usai membuka pintu, Bupati Mesak Magai mengingatkan kepada warga untuk menjaga kesehatan agar tetap sehat. Menjaga kesehatan yang paling utama adalah setiap pribadi. Kita menjaga kesehatan dan keberisihan disekitar kita supaya kita sehat. Menjaga kesehatan sendiri kembali kesadaran kita masing-masing untuk menjaga kebersihan pribadi, keluarga dan lingkungan agar lingkungan bersih dan sehat. Bupati mengajak setiap orang untuk menjaga kesehatan dan kebersihan.

Bupati juga mengakui gaji seorang pegawai negeri sipil (PNS), termasuk tenaga kesehatan, gajinya kecil dibanding seorang petani. Bupati membanding gaji seorang PNS golongan golongan III mendapat gaji sebulan sebanyak Rp 3 juta sebulan tetapi seorang petani bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 8 juta. Oleh sebab itu, Bupati mengajak warga agar bekerja dan mengolah lahan. Penghasilan yang diperoleh hendaknya dimanfaatkan untuk kebutuan keluarga sehari-hari dan tidak mengalirkan pendapatan petani ke hal-hal yang kurang dinikamti anggota keluarga.

Bupati Mesak mengatakan gaji seorang PNS tidak banyak dengan beban tugas terutana tenaga kesehatan dan guru. Sekalipun demikian, Bupati memotivasi, pendapatan yang diterima kecil tetapi upahmu besar di Firdaus. Oleh sebab itu, Mesak mengajak tenaga medis agar bekerja dengan penuh kasih. Karena kasih itu tidak bisa dirasakan dan dilihat tetapi akan menuai upahnya kelak di Firdaus dengan upah besar.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Nabire, Silas Numbogre mengatakan hadirnya gedung baru berlantai dua merupakan perhatian pemerintah pusat. Puskesmas Perawatan ini seperti rumah sakit yang melayani pasien gawat darurat masyarakat di sekitarnya sesuai fasilitas yang tersedia.

Pemerintah Kabupaten Nabire telah memilih empat Puskesmas Perawatan yakni Puskesmas Perawatan Lagari untuk melayani masyarakat Nabire Timur, Puskesmas Perawatan Topo untuk melayani masyarakat di kawasan pegunungan, Puskesmas Yeretuar untuk melayani masyarakat kawasan pesisir kepulauan Nabire Barat, Puskesmas Perawatan Wanggar untuk melayani masyarakat di Distrik Wanggar dan Yaro, kelapa sawit dan sekitarnya masuk Yeretuar. Di Kabupaten Nabire, ada 32 Puskesmas

Kadinkes Silas kepada wartawan usai pembukaan pintu mengatakan, pelayanan efektif sebagai Puskesmas Perawatan akan mulai melayani warga sejak Senin (17/7). Pelayanan kesehatan sebagai Puskesmas sudah melayani masyarakat sebelumnya, sejak beberapa pekan lalu.

Pembukaan pintu Puskesmas sebagai syukuran masyarakat atas berdirinya gedung Puskesmas Perawatan dua tingkat. Warga mengundang Bupati Nabire, Mesak Magai untuk membuka pintu dan diberkati oleh rohaniwan. Pembukaan pintu selain dihadiri Kepala Dinas Kesehatan juga disaksikan oleh Direktur BLU RSUD Nabire, dr Frans Sayori, Kepala Dinas PU PR Nabire , Martinus makai dan undangan linnya. Usai pembukaan pintu dilanjutkan dengan pemberkatan setiap ruang dan Bupati Mesak meninjau setiap ruang pelayanan, perawatan dan administrasi. 

Minta Jaga Aset Bersama

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Nabire, Silas Numbogre meminta kepada masyarakat untuk menjaga gedung Puskesmas Perawatan yang ada. Gedung dan fasilitas yang ada di dalamnya diminta agar menjaga dan merawatnya dengan baik, tidak merusak, melepar baik itu dinding, kaca, ruangan, fasilitas perawatan dan semua fasilitas yang ada di Puskesmas. (ans)