Bupati Mesak Jelaskan Soal Pembongkaran Tugu
NABIRE – Pembongkaran yang dilanjutkan dengan pembangunan baru tugu yang salah satunya dilakukan terhadap Tugu Roket yang berada di depan Kantor Bupati Nabire, menjadi perbincangan hangat warga kota ini. Ada pandangan pro dan kontra dari warga terhadap langkah yang dilakukan pemerintah daerah ini. Kepada Papuapos Nabire, Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si, memaparkan pandangannya terkait hal ini.

NABIRE – Pembongkaran yang dilanjutkan dengan pembangunan baru tugu yang salah satunya dilakukan terhadap Tugu Roket yang berada di depan Kantor Bupati Nabire, menjadi perbincangan hangat warga kota ini. Ada pandangan pro dan kontra dari warga terhadap langkah yang dilakukan pemerintah daerah ini. Kepada Papuapos Nabire, Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si, memaparkan pandangannya terkait hal ini.
Dikatakan Bupati Mesak, di Nabire ada beberapa tugu dan juga patung. Di waktu yang lalu pernah ada beberapa patung diantaranya yang berada di Kota Lama di sekitar Kantor KNPI dan juga ada di sekitar Batalyon, Karang Tumaritis. Kedua patung itu telah dibongkar.
Dan saat ini ada beberapa tugu yang ada di Nabire. Dan salah satu tugu yang terbilang baru yang dibangun semasa Bupati AP Youw adalah Tugu Gerbang Nun Biru di Taman Gizi Oyehe. Semboyan Gerbang Nun Biru itu menandakan satu perubahan yang dirasakan Bupati AP Youw bahwa kebijakan pemerintah daerah selama yang bersangkutan menjadi bupati dengan sebutan kata Gerbang Nun Biru. Visualisasi beberapa pilar (tiang) pada tugu itu mempunyai makna tersendiri.
Demikian pula dengan Tugu Selamat Datang yang berada di depan Bandara Nabire. Kata Bupati Mesak, dirinya sangat setuju dengan visualisasi ada dua suku yakni suku pesisir dan suku gunung yang divisualisasikan di Tugu Selamat Datang itu. Pada Tugu Selamat Datang bermotif satu patung mengenakan pakaian adat pesisir dan satu patung berpakaian adat gunung, ini sangat luar biasa makanya. Terhadap tugu ini, lanjut Bupati Mesak, dirinya akan melakukan rehab.
Tugu yang lainnya, yakni Tugu Pattimura juga sudah lama ada yang dibangun oleh kerukunan Maluku bermotifkan Tifa Papua. Di areal tugu ini juga sering digunakan sebagai tempat digelarnya acara oleh kerukunan Maluku. Hal yang sama juga terlihat pada Tugu Cenderawasih yang berada di Oyehe itu. Pada puncak tugu dihiasi patung Burung Cenderawasih yang notabene adalah burung khas dari Tanah Papua.
“Sekarang banyak yang tanggapi dikaitkan dengan sejarah dan sebagainya terhadap pembongkaran Tugu Roket. Saya mau jawab bahwa kenapa saya ganti dengan Tugu Nabire Hebat. Slogan kata Nabire Hebat itu bukan karena impian saya untuk saya buat sesuatu jadi Nabire Hebat, itu tidak,” jawab Bupati Mesak.
Lebih lanjut dituturkannya, dirinya orang Nabire dan tahu persis soal Nabire. Pertama, krisis ekonomi dan moneter yang terjadi di tahun 1998 berimbas terhadap mayoritas daerah di Indonesia, tetapi di Nabire tidak terasa karena ada emas di Topo. Bahkan sampai orang dari luar Nabire, orang dari luar Papua pun datang mencari emas di Nabire.
Kedua, orang gunung turun sekolah di Nabire semua. Mulai dari orang Dogiyai, orang Paniai, orang Deiyai, orang Intan Jaya, orang Puncak Jaya, orang Puncak, datang sekolah semua di Nabire. Hari ini fakta membuktikan bahwa semua orang di Nabire bebas bekerja, bebas berkebun, bebas mencari kehidupan. Orang dari berbagai daerah dan berbagai suku datang ke Nabire. Orang dengan berbagai kemampuan yang dimiliki turut berkontribusi terhadap pembangunan di Nabire. Maka Nabire ini menjadi kota hebat.
“Saya sudah putar-putar ke beberapa kabupaten di Papua, kondisi alam seperti Nabire tidak ada di daerah lain di Papua. Ada satu obyek wisata yang menarik para wisatawan mancanegara di Kwatisore karena ada Ikan Hiu Paus. Itu satu kelebihan yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Lanjutnya, bagi mereka yang tahu kondisi kabupaten-kabupaten lain di Papua pasti mereka akan tahu bahwa kota seperti Nabire tidak ada di daerah lain di Provinsi Papua. Karena di Nabire ini, kita bebas berkebun, bebas berusaha. Dan kita akui bahwa suku-suku yang ada di Nabire yakni 6 suku pesisir dan 2 suku di gunung adalah suku ramah, suku sopan, suku yang baik
Lanjutnya, kata Nabire Hebat itu sebelum pemerintah pusat tentukan Nabire menjadi ibukota provinsi, dirinya sudah sampaikan. Nabire ini kondisi alamnya sangat luar biasa, potensi yang sangat luar biasa maka Nabire memiliki sebutan Nabire Hebat.
“Dan ternyata negara juga kasih kepercayaan kepada kita untuk Nabire menjadi ibukota Provinsi Papua tengah. Maka itu saya katakan Nabire Hebat, kita tunjukkan Nabire itu hebat,” tambahnya.
Tugu Tanpa Simbol Papua
Masih dikatakan Bupati Mesak, baik Tugu Roket maupun Tugu Kalpataru di Jalan Merdeka, tidak ada symbol Papua. Pada tugu itu, tidak ada satu pun gambar yang menunjukkan symbol Papua, alias tidak ada kearifan lokal.
“Tugu Roket yang ada di depan kantor bupati dibongkar dan dibangun baru dengan bentuk ada 3 pilar (tiang) besar yang menunjukan ada pilar agama, pemerintah dan adat. Diatasnya itu ada logo Pemda Nabire karena berada di depan kantor bupati. Karena putarannya terlalu besar dan terjadi retak-retak maka lebih baik saya bangun baru. Karena putaran besar dampaknya sering terjadi kecelakaan yang memakan korban, mobil dan motor juga sering tabrak tugu. Nanti lingkarannya kita kasih kecil,” ujar bupati.
Jika tugu yang dibangun menceritakan sejarah sesuatu yang terjadi sehingga dibangun tugu itu, tidak mungkin tugu untuk diganti. Selain Tugu Roket, Tugu Kalpataru juga dibongkar dan akan dibangun tugu baru dengan motif icon daerah, kreasi-kreasi khas Papua yang akan dibangun di sana. Semetara di depan Kantor DPRD Nabire tepatnya di lingkaran depan akan dijadikan taman dengan didirikan patung Ikan Hiu Paus.
“Tugu atau patung yang dulu pernah ada di Kantor KNPI dan di Batalyon itu kan pernah dibongkar juga, dan itu tidak masalah. Dulu dibangun Pantai MAF yang belakangan akhirnya diganti dengan sebutan Pantai Nabire. Kalau saya bilang Nabire Hebat itu bukan berarti saya mau kasih hebatkan Nabire, tapi memang dari dulu Nabire itu sudah hebat. Bukan seorang Mesak Magai yang mau membuat Nabire Hebat, tapi dari dulu Nabire sudah hebat. Kita sudah hebat,” tegasnya.
Lanjut Mesak, bagi para pihak yang keberatan atas dibongkarnya Tugu Roket, dirinya meminta maaf. Tetapi karena itu berada depan kantor bupati maka tugu itu dirinya akan bangun baru. Dengan ornamen 3 pilar yang melambangkan agama, pemerintah dan adat.
“Bagi yang keberatan saya mohon maaf, tetapi bagi yang dukung saya terima kasih. Kenapa waktu lalu masyarakat tidak soroti ketika Bupati Isaias Douw saat menjabat dan merubah nama Bandara Nabire menjadi Bandara Douw Aturure ?” tanya Bupati Mesak. (ros)
Bagikan artikel ini



