NABIRE – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nabire terhitung sejak tahun 2015, jumlahnya tetap alias tidak ada kenaikan. Namun demikian, kebijakan Pemerintah Kabupaten Nabire saat ini terhadap pembangunan infrastruktur tidak perlu diragukan. Sejumlah infrastruktur seperti jalan, jembatan, sarana pendidikan, pasar, bantuan keagamaan, bantuan pendidikan, sudah dan sedang dilakukan. 

“APBD Kabupaten Nabire tidak pernah naik mulai tahun 2015 sampai saat ini, APBD masih tetap nilainya yang selalu kami dapat. Walaupun demikian, biar pun APBD tidak naik jumlahnya, tapi banyak program yang sudah kami kerjakan,” ujar Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, kepada Papuapos Nabire, tadi malam.

Dirinya menyebut, sebagian besar jalan dalam Kota Nabire saat itu sudah dibangun (rehab).  Beberapa diantaranya ruas Jalan Danomira, Siriwini, Jalan Jayanti, Jalan Matoa, Jalan Mandala, Jalan Jakarta, Jalan Manado, dan sejumlah ruas jalan dalam kota lainnya. Termasuk juga jalan dari ruas jalan nasional masuk ke Kampung Kwatisore pun sekarang sedang dilakukan pengaspalan. 

Tak hanya itu, kata Bupati Mesak, walaupun dengan masa jabatan hanya 2,5 tahun namun komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur tidak kendur. Sejumlah infrastruktur yang pada saat pemerintahan sebelumnya tidak sempat terjamah, kini dirinya sudah eksekusi pembangunannya. Seperti misalnya perhatian terhadap para pedagang mama-mama Papua. Pihaknya telah membangun pasar mama-mama Papua di Oyehe. Dilengkapi dengan pembangunan sarana penunjang lain seperti pagar dan halaman yang dibangun di lokasi bekas kantor DPRD Nabire di depan Taman Gizi Oyehe. Walaupun selama ini lokasi itu susah diintervensi oleh pemerintah, namun saat ini dirinya telah membangun sarana umum untuk kepentingan masyarakat luas.

Tuturnya, jeritan para mahasiswa Nabire yang sedang studi di luar Nabire pun didengarnya. Sarana tempat tinggal (asrama) bagi para mahasiswa pun sudah dibangunnya.

“Asrama Nabire di Tanah Hitam Kota Jayapura yang pernah terbakar, kami sudah bangun di tahun 2022. Kemudian tahun ini kami sedang bangun asrama di Padang Bulan. Kita tahu sudah sekian puluh tahun lamanya Asrama Padang Bulan tidak pernah berpikir untuk membangun. Tetapi mulai tahun 2023, setelah sekian puluh tahun dibiarkan, asrama yang mahasiswa Nabire Paniai huni itu kami sudah bongkar, dan sekarang sedang bangun asrama dua lantai,” ujar Bupati Mesak.  

Dengan masa jabatan yang ‘tidak normal’ alias sangat singkat karena hanya 2,5 tahun, tutur Bupati Mesak, dirinya sudah buktikan komitmennya terhadap masyarakat dan daerah ini. Tak hanya pembangunan infrastruktur, namun juga termasuk pemberian bantuan keagamaan. Kata dia, bantuan yang diberikan tidak membeda-bedakan agama, baik itu muslim dan juga berbagai denominasi gereja sama-sama mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Perhatian pemerintah daerah terhadap tempat ibadah sudah kami lakukan. Termasuk kami juga berikan bantuan hibah kepada sekolah yayasan, seperti Advent, YPPK, YPPGI, YPK, Anak Panah,” ujarnya.

Ditambahkannya, termasuk hutang pemerintah sebelumnya di tahun 2019 sebanyak 280 milyar pun sedang pihaknya tutupi. 

“Sehingga satu hal yang saya minta kepada warga masyarakat Nabire soal kesadaran masyarakat untuk buang sampah, jaga keamanan, jaga kebersihan, itu yang kami mohon dukungan untuk masyarakat untuk Pemerintah Kabupaten Nabire,” ujarnya. (ros)