NABIRE – Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, berencana akan menghentikan pengiriman ayam potong dari luar Nabire. Hal ini akan dilakukan jika para peternak ayam potong di Kabupaten Nabire mampu memenuhi kebutuhan daging ayam potong untuk Kabupaten Nabire dan sejumlah kabupaten sekitar (wilayah Meepago).

“Dalam waktu dekat saya akan udang peternak ayam potong yang ada di Nabire, saya mau pastikan kemampuan mereka tiap bulan ini berapa yang bisa diproduksi sehingga bisa menjawab kebutuhan daging ayam untuk Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya dan sekitarnya. Ketika dalam pertemuan itu mereka nyatakan siap, maka pengiriman ayam potong dari Surabaya dan daerah lainnya di luar Papua akan saya hentikan,” tutur Bupati Mesak melalui sambungan teleponnya kepada Papuapos Nabire, Minggu (20/3/22) kemarin. 

Lebih lanjut dikatakan Bupati Mesak, masyarakat peternak di Kabupaten Nabire dinilai telah mampu untuk memproduksi sendiri. Sementara ayam potong yang didatangkan dari Surabaya dan daerah lainnya telah dipotong (sudah mati, red) cukup lama baru dikirim ke Nabire.

Langkah yang dilakukan ini, lanjut Bupati Mesak, dalam rangka merealisasikan salah satu visi misinya dalam rangka pemberdayaan perekonomian masyarakat dengan potensi lokal. 

“Yang saya lihat, ternak babi sudah siap, peternak sapi juga sudah bagus, kita tidak perlu datangkan daging dari luar sekarang. Ayam potong saya akan pertemuan dengan seluruh peternak ayam potong sehingga saya mau dengar masukan dari mereka, apakah mereka mampu untuk menjawab kebutuhan daging ayam untuk sejumlah kabupaten di wilayah Meepago. Saya akan undang mereka, jika mereka nyatakan siap maka pengiriman ayam potong dari Surabaya dan daerah lainnya akan kita hentikan,” tambahnya. 

Lanjutnya, selama ini kebutuhan ayam potong dari sejumlah kabupaten di wilayah Meepago itu didatangkan dari Nabire. Sehingga nanti dalam pertemuan dengan para peternak ayam potong di Nabire, dirinya menanyakan kepada peternak soal kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan daging ayam potong untuk semua kabupaten di wilayah Meepago seperti Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya dan sekitarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Bupati Mesak, komoditi lainnya juga akan dilakukan hal yang sama. Seperti misalnya komoditas sayur mayur misalnya. Jika petani sayur mayur lokal Nabire mampu memenuhi kebutuhan sayur mayur untuk wilayah Meepago, dirinya pun akan melakukan hal yang sama. 

“Demikian juga dengan komoditas telur, saya juga akan lihat itu. Potensi-potensi yang ada di Nabire akan kita kembangkan, ketika daerah mampu memenuhi kebutuhannya, tidak ada alasan untuk mendatangkan komoditas yang sama dari luar Nabire,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati Mesak, dengan meningkatnya produksi peternak ini juga akan diikuti dengan peningkatan kebutuhan akan pakan ternak. Kondisi ini memiliki nilai positif, yakni membuka peluang bagi masyarakat petani untuk menekuni profesi petaninya untuk menanam jagung sebagai bahan pakan ternak.

“Saya harapkan program-program kerja yang ada dalam visi misi kami ini akan menimbulkan dampak-dampak positif bagi masyarakat di Nabire. Salah satunya itu tadi, jika para peternak ayam potong kita mampu memenuhi kebutuhan akan daging ayam potong, kita tidak perlu lagi mendatangkan ayam potong dari luar Nabire. Hal yang sama juga untuk komoditas lainnya, nanti kita akan lihat satu per satu,” ujar Bupati Mesak.

Disinggung dengan keberadaan pabrik pakan ternak yang sudah dibangun di Nabire, jawab Bupati Mesak, dirinya akan perintahkan Kepala Dinas Peternakan untuk mengecek kondisi riilnya dulu. (ros)