Bupati Kukuhkan Pokja Malaria Center
NABIRE - Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Nabire Drs. I Wayan Mintaya mengkukuhkan secara
Bagikan
NABIRE - Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Nabire Drs. I Wayan Mintaya mengkukuhkan secara resmi Kelompok Kerja (Pokja) Malaria Center Kabupaten Nabire, pada hari Jumat (18/10), bertempat di ruang rapat Setda Kabupaten Nabire dan mengawali pembacaan tata naskah pengukuhan dan penandatangan SK secara bersama. Sambutan tertulis Bupati Nabire, yang dibacakan Sekda I Wayan Mintaya menyampaikan, pada kesempatan yang berbahagia ini atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada dinas provinsi yang telah membentuk kelompok kerja ini secara umum dan secara khusus telah melakukan kegiatan sosialisasi melakukan rancang penyusunan informasi. Dikatakan, dengan telah dikukuhkannya Pokja ini berarti bisa legalitas dan menandakan bahwa bapak ibu yang bergabung didalam Pokja secara tidak langsung menyatakan pengembangkan tanggung jawab tentang penyakit malaria dan untuk menurunkan penderitaan angka penyakit malaria ini. Penyakit malaria ini tidak asing, kata Sekda I Wayan mewakili bupati, bagi kita masyarakat Nabire pada khususnya dan pada umumnya masyarakat provinsi Papua, sebab kita pernah mengalami atau menderita penyakit disini. Malaria merupakan salah satu penyakit yang prinsipnya pernah diderita oleh kita dengan melihat jumlah angka penderita penyakit malaria yang bersifatnya buruk dan banyaknya penanganan-penanganan menyebabkan banyak korban jiwa, terutama pada ibu hamil dan Balita. Kita semua menyakini bahwa semua penyakit termasuk malaria beresiko yang tinggi, sehingga kita harus berupaya melakukan hal-hal pencegahan agar resiko yang lebih berat supaya kita hindari dari fakta/data yang ada. Jumlah penderita penyakit malaria di Kabupaten Nabire, boleh dikatakan cukup banyak. Berbagai upaya telah dilakukan salah satunya adalah program kelambunisasi, namun hasilnya belum begitu maksimal, dan juga gigitan nyamuk. Beberapa waktu lalu dilakukan pengasapan, ini perlu secara dilaksanakan agar perkembangan bintik-bintik nyamuk dapat teratasi. “Malaria harus kita pahami secara bersama, bahwa penyakit malaria ini harus kita sikapi bersama dengan serius oleh seluruh komponen masyarakat dan ini menjadi tugas serta tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



