Bupati Isaias : Saya Banyak Terima Laporan dari Masyarakat
Soal Penutupan Sementara Tempat Karaoke di Kota Nabire NABIRE – Bupati Nabire sejak beberapa waktu lalu mengeluarkan Instru
Soal Penutupan Sementara Tempat Karaoke di Kota Nabire
NABIRE – Bupati Nabire sejak beberapa waktu lalu mengeluarkan Instruksi Bupati perihal penutupan sementara tempat hiburan malam (tempat karaoke, red) di wilayah Distrik Nabire. Hingga saat ini belum ada informasi bagaimana nasib selanjutnya tempat-tempat hiburan karaoke di Distrik Nabire ? Kapan tempat hiburan itu akan beroperasi lagi, hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah daerah. Saat media ini mengkonfirmasi terkait hal ini, Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos, MAP, mengaku jika keluarnya Instruksi Bupati soal penutupan sementara tempat hiburan itu salah satunya didasarkan pada tuntutan masyarakat banyak dan juga dari pihak gereja. “Penutupan sementara tempat hiburan di dalam kota itu karena ada tuntutan masyarakat banyak dan juga pihak gereja. Saya sudah ikuti semua, jadi ikuti Instruksi Bupati yang sudah dikeluarkan dan menunggu informasi lebih lanjut,” ujar bupati kepada media ini, beberapa hari lalu. Lebih lanjut dikatakan bupati, tempat hiburan karaoke di wilayah Distrik Nabire ini sudah semakin ramai. Bahkan dirinya menyebutkan, tempat karaoke sudah ada dari rumah ke rumah. Padahal, kata dia, tempat hiburan dan karaoke sudah disediakan di Belok Kanan Samabusa. “Kalau mau karaoke di sana, cari hiburan disana, pemerintah sudah siapkan tempat hiburan di sana jangan di dalam kota. Karena itu pengaruhnya besar baik di gereja, pemuda, anak-anak kecil juga pengaruh besar,” tambahnya. Ditanya kemungkinan dibukanya kembali tempat karaoke di dalam kota, jawab bupati, nanti kita ikuti dulu perkembangan. Hingga saat ini, ikuti apa yang telah disampaikan melalui Instruksi Bupati. “Kalau bicara soal PAD tempat hiburan, pemerintah bukan dari situ hidupnya. Penutupan sementara tempat karaoke di Distrik Nabire ini karena adanya laporan dari masyarakat banyak kepada saya. Bahkan ada bahasa bupati dibayar untuk itu, saya tidak dibayar untuk urusan itu,” ujarnya. Ditegaskan kembali, alasan mendasar ditutup sementaranya tempat hiburan karena ada tuntutan masyarakat. Banyak pihak menyampaikan tuntutan kepada dirinya karena ini punya pengaruh besar. “Karena ini dari rumah ke rumah, minuman beredar dari rumah ke rumah itu kami yang tidak mau. Jadi bagi mereka yang mau minum karaoke ada tempatnya di Samabusa sana. Anak-anak kecil dekat-dekat tempat hiburan itu mereka perhatikan,” katanya. (ros)
Bagikan artikel ini



