Bupati Isaias Geram, Tambahan 20 ODP Baru
NABIRE – Bupati Nabire, Isaias Douw geram dengan penambahan 20 Orang Dalam Pemantauan (ODP) kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
Bagikan
NABIRE – Bupati Nabire, Isaias Douw geram dengan penambahan 20 Orang Dalam Pemantauan (ODP) kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Nabire. Karena, dua puluh (20) kasus baru, 20 ODP merupakan tambahan baru dari warga Nabire yang datang lewat darat dan laut. Jika tidak ada warga baru yang datang, tidak ada lagi kasus baru. Sebab, kata Bupati Isaias, dari hasil pemeriksanaan 9 ODP yang sudah ditemukan sebelumnya di Nabire, tidak ada yang dinyatakan positif sehingga masalah penyebaran virus corona di kabupaten tidak ada kasus baru. Namun, dengan penambahan warga Nabire yang baru lewat Manokwari dari Makassar dan Jakarta, kini Nabire menambah kasus corona lagi dengan ditemukannya 20 ODP dari warga Nabire yang datang lewat darat dan laut. Oleh sebab itu, Bupati Isaias Douw didampingi Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Kabupaten Nabire, Viktor Fun, Sekretaris, La Halim dan Juru Bicara, dr Frans Sayori di Media Center, Posko Penanganan dan Pencegahan Virus Corona (Covid-19), Rabu (15/4) siang mengimbau kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat agar jangan lagi menerima penumpang, dan menolak untuk menerima penumpang tujuan Nabire untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19, Karena, Manokwari dengan penerbangan pesawat sebanyak tiga kali dalam se minggu, sehingga pelayanan penumpang lewat udara terbuka. Sementara kita di Nabire, sudah menutup jalur laut dan udara sehingga hanya ditemukan 9 ODP selama penutupan dua jalur komunikasi tersebut. Bupati Nabire, Isaias Douw menegaskan, dengan penambahan temuan 20 ODP baru dari warga baru yang datang dari Manokwari lewat darat dan laut, maka pemerintah daerah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nabire sudah sepakat untuk memutuskan jalan darat dan hubungan laut. Oleh sebab itu, Bupati Isaias menegaskan, tidak ada lagi warga dari luar yang datang melalui darat dan laut. Apabila, kedapatan lagi ada warga baru datang dari luar, dan ada yang mengantar dengan mobil angkutan, speed, perahu, kapal kecil ke Nabire, akan dihancurkan oleh pemerintah. “Ini komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire bersama dengan Forkopimda. Mobil lewat darat, speed atau kapal kecil yang mengantar warga baru ke Nabire, mobil, speed atau kapal kecil, kita akan hancurkan,” tegasnya. Sebab, kata Isaias, masalah virus corona (Covid-19) ini menyangkut keselamatan nyawa dan jiwa manusia, sehingga kita harus tegas, tidak bisa main-main. Bupati Isaias kepada RRI dan media ini mengatakan jika tidak ada tambahan baru dari warga baru datang lewat darat dan laut, penanganan virus corona di Nabire bisa selesai. Sebab, dari 9 ODP yang ditemukan, tidak ada yang positif. Tetapi dengan datangnya warga baru dari Jakarta dan Makassar ke Nabire lewat darat dan laut dari Manokwari menambah kasus baru di daerah ini. Untuk mencegahnya tidak bertambahnya kasus Covid baru di Nabire dan daerah Meepago seperti Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya, putera Pudu ini mengajak masyarakat untuk mencuci tangan, menjaga jarak 2 meter, tidak kumpul banyak orang, tidak jabat tangan dan mematuhi anjuran pemerintah dan tim medis. Wabah Covid-19 ini jangan anggap remeh dan enteng, demi keselamatan nyawa, masyarakat di Kabupaten Nabire dan empat lainnya di kawasan pedalaman diimbau untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan terpaparnya virus corona. Ketika ditanya soal ibadah pada hari Minggu, Bupati Isaias demi menjaga tidak terpaparnya virus corona antar sesama umat/jemaat, sebaiknya ibadah ditiadakan. Tetapi kalau terpaksa, harus ada jarak antara. “Ibadah ini kita duduk rapat-rapat, kalau terpaksa harus menjaga jarak,” imbau putera Pudu ini. Kirim Sampel Darah Tim medis dari Posko Penanganan dan Pencegahan Virus Covid-19 Kabupaten Nabire mengirim 4 sampel darah dari orang dalam pemantauan dari Nabire. Bupati Nabire, Isaias Douw ikut serta di dalam pengiriman sampel darah hasil pemeriksanaan cepat dari ke Jayapura untuk memastikan status dari ODP di Nabire. Juru Bicara Posko Kabupaten Nabire, dr Frans Sayori saat dikonfirmasi di ruang media center di sela-sela menerima kunjungan Bupati Isaias Douw mengatakan, sampel darah yang dikirim dari hasil pemeriksanaan darah dari warga Nabire yang jalan kaki dan ikut perahu ke Nabire. Sayori menambahkan, tim medis sementara masih memeriksa warga Nabire yang datang dari Manokwari lewat laut di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire. “Hasil pemeriksanaan cepat dikirim tadi dari warga yang datang dari Manokwari. Kami masih periksa mereka,” tuturnya. Saat Bupati Nabire, Isaias memberikan keterangan pers mengatakan sebetulnya sampel darah yang mau dikirim sebanyak 5, tetapi satu terlambat karena birokrasi pengiriman sampel darah.(ans)
Bagikan artikel ini



