Bupati Intan Jaya : RKA Disusun Sesuai Program Hasil Musrenbang
NABIRE – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, menekankan agar semua SKPD menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA) tahun 2014 sesuai dengan program yang sudah dikawal dari Musrenbang tingkat distrik maupun Musrenbang tingkat kabupaten. Sehingga program yang disusun dan
Bagikan
NABIRE – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, menekankan agar semua SKPD menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA) tahun 2014 sesuai dengan program yang sudah dikawal dari Musrenbang tingkat distrik maupun Musrenbang tingkat kabupaten. Sehingga program yang disusun dan dilaksanakan, sifatnya aspiratif dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Evaluasi sedang berjalan. Sedikit kendala karena kantor bupati tidak ada sehingga pengawasan kami sedikit kendor. Ini bukan berarti lepas pengawasan, tetapi pengawasan tetap jalan,” ujar Bupati Natalis Tabuni, Selasa (4/2) saat menghadiri penyusunan RKA di aula Maranatha Nabire.
Kepada masyarakat, bupati juga mengharapkan, agar betul-betul wellcome terhadap kegiatan pemerintah. Sehingga di tahun-tahun mendatang daerah ini tetap eksis dan semakin maju.
“Kabupaten Intan Jaya menjadi maju dengan terobosan kesana kemari itu karena ada dukungan masyarakat. Walaupun ada protes dari sekelompok orang, tapi sebenarnya kami sebagai pemerintah melihat bahwa itu protes terhadap keinginan mereka, animo mereka terhadap pembangunan,” tambah bupati.
Disinggung program kerja di tahun 2014, jelas bupati, sesuai dengan visi misi yang terus digenjot adalah Intan Jaya Pintar, Intan Jaya Sehat dan Intan Jaya Sejahtera. Selain itu, kita juga tetap menyiapkan sumber daya manusia yang akan berkarya di berbagai bidang. Di bidang pendidikan yakni guru, di bidang kesehatan mereka adalah tenaga medis.
Selain itu, kata bupati, pemerintah daerah juga akan terus mempersiapkan infrastruktur. Mulai dari pembukaan jalan, dengan harapan bisa menekan tingginya harga barang di Intan Jaya. Fasilitas lainnya yang juga turut menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni pembangunan bandara dan jalan akses ke distrik-distrik.
“Kita tahu bahwa subsidi angkutan tahun lalu sudah berjalan lancar. Walaupun akhir tahun karena armada terbatas, namun tahun ini pemerintah daerah tetap lanjutkan program ini,” tuturnya.
Ditanya program riil untuk menekan harga barang di Intan Jaya, jawab Bupati Natalis, yakni tersedianya jalan darat yang menghubungkan Intan Jaya dengan kabupaten tetangga. Jalan dari Intan Jaya sudah menuju ke distrik perbatasan yakni Distrik Wandai.
“Soal pembangunan jalan, selain dari dana yang ada, karena pendapatan terbatas, kami sudah lakukan komunikasi dengan gubernur dan pemerintah pusat. Bersyukur dari bantuan hibah gubernur untuk membangun jalan dari Intan Jaya ke Enaro mendapat bantuan 40 milyar rupiah,” paparnya.
Sementara pembangunan jalan dari arah Kabupaten Paniai, kata bupati, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan bupati setempat yang akan membangun jalan dari wilayahnya menuju ke wilayah Intan Jaya.
Lanjut bupati, dalam tahun ini jalan dari kedua kabupaten ini belum bisa terhubung. Karena dana 40 milyar rupiah dari gubernur dan 20 milyar rupiah dari pemerintah Kabupaten Intan Jaya ini hanya baru bisa membiayai pembangunan jalan sampai di Magataga. Sementara untuk melanjutkan pembangunan jalan dari Magataga, akan menunggu action dari pemerintah Kabupaten Paniai.
Disinggung soal rencana pembangunan kantor bupati, jawab bupati, dijadwalkan pembangunan tahap pertama akan dimulai tahun 2014 ini. Tahun ini, dari alokasi DAU sekitar 50 milyar rupiah sudah dialokasikan untuk bangun kantor bupati.
“Pembangunan kantor bupati dengan konstruksi baja dan dua lantai. Kita bangun dua lantai karena terbatasnya lokasi di Sugapa. Pelepasan adat di wilayah perkantoran belum maksimal, sehingga beberapa kantor pemekaran yang belum dapat kantor kita akan fokuskan ke kantor bupati,” tuturnya.
Disinggung upaya pemerintah daerah untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati Natalis Tabuni berharap agar DPRD Intan Jaya bisa segera mengesahkan draft Peraturan Daerah (Perda) yang sudah diajukan dua tahun lalu ke DPRD. Ini semua demi kepentingan daerah, tidak ada maksud untuk kepentingan politik dan sebagainya, tetapi semata-mata demi kepentingan daerah.
“Saya pikir mereka bisa bahas tapi mungkin karena masih banyak kesibukan sehingga belum dibahas. Tetapi Pemda Intan Jaya dan masyarakat berharap supaya dalam waktu dekat ini Perda bisa disahkan,” harapnya. (ros)
Bagikan artikel ini


