TIMIKA – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, menjadi tim negosiator utusan Gubernur Papua untuk mendamaikan pertikaian antar suku yang terjadi di Timika. Kinerja tim negosiasi akhirnya membuahkan hasil. Pertikaian antar suku yang sudah cukup lama terjadi, akhirnya bisa didamaikan. Rabu (11/6) kemarin, upacara perdamaian antara suku yang bertikai dilakukan. “Selain dilakukan upacara perdamaian, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan perdamaian oleh kedua belah pihak. Saya tidak hanya sekedar menyaksikan perdamaian itu, tapi saya menjadi tim negosiator yang dipercayakan oleh Gubernur Papua untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Bupati Natalis Tabuni ketika menghubungi media ini, Rabu sore kemarin.Dengan telah dilakukannya upacara perdamaian ini, lanjut Natalis Tabuni, diharapkan tidak ada lagi pertikaian. Jika kedepan masih ada gerakan tambahan dari kedua kubu setelah perdamaian, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Jika nanti ada tindakan baik itu pelakunya satu orang, dua orang maupun banyak orang, pelakunya akan ditangkap dan diproses hukum,” tambahnya. Proses perdamaian itu, jelas Bupati Nato, persengketan disudahi dengan upacara perdamaian yang ditandai dengan patah panah, panah babi. Selain itu juga dilakukan penandatanganan surat kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yang bertikai, disaksikan Bupati Mimika, Bupati Intan Jaya, DPR.Ditegaskan Bupati Nato, sebagai bupati Intan Jaya sudah mengambil sikap dan keputusan yang merupakan keputusan bersama. Oleh karena itu tanah yang disengketakan itu diatur oleh Badan Pertanahan dan oleh lembaga adat yang ada dengan sebaik-baiknya. Kedua, jika terjadi perang lagi oleh kedua pihak atau keluarga kelompok maka itu akan diserahkan kepada proses hukum positif. “Oleh karena itu saya sebagai kepala wilayah, apalagi dalam penandatangann ini saya mewakili asosiasi bupati pegunungan tengah menghimbau agar suku-suku yang ada di pegunungan terutama juga Suku Dani, Moni, Damal, Amungme, Wolani dan suku-suku lainnya diharapkan harus cinta damai. Jika ada persoalan-persoalan, konflik, sengketa dan sebagainya maka harus diserahkan kepada pihak keamanan. Jika ada pelanggaran hukum maka itu diproses sesuai hukum positif yang berlaku di negara kita ini. Sehingga ada proses belajar hukum, pendewasaan, kesadaran, saling menghargai, saling dukung mendukung, ini bisa berjalan,” paparnya.Hal ini penting agar tetap terpelihara sebagai anak bangsa, anak adat, orang kristiani supaya cinta damai. Karena damai dan aman itu adalah mahal. Karena kunci dengan aman dan damai dimana saja kepada siapa saja maka cinta kasih oleh Tuhan ada disitu. Dan dengan dasar damai, aman, tertib itu akan mempermudah pembangunan daerah lebih cepat. SKPD Diminta Proaktif Damaikan DjayantiSementara itu, Penjabat Bupati Mimika, Ausilius You meminta kepada seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Mimika untuk terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan penyelesaian konflik antar Suku Moni-Dani di Kampung Djayanti termasuk pelaksanaan ceremonial adat patah panah yang akan terselenggara, Rabu (11/6).Hal ini disampaikan Bupati You saat memimpin apel gabungan SKPD di Lapangan Upacara Kantor Sentra Pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (10/6). “Kepada pimpinan SKPD dan segenap pejabat yang ada di ruang lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, saya mengajak untuk bersama-sama proaktif dalam menangani persoalan-persoalan masyarakat. Lebih khusus persoalan keamanan di wilayah ini,” ujar You.Dikatakannya, tim utusan dari Gubernur Provinsi Papua dan Komnas HAM yang akan memantau dan melihat dari dekat proses penyelesaian konflik antar suku yang terjadi di Djayanti, saat ini telah tiba di Timika. “Dukungan moral dari kita sebagai aparat pemerintah di wilayah Kabupaten Mimika juga menjadi senjata yang ampuh dalam memerangi persoalan perang di Djayanti,” ajak You.Kehadiran para pimpinan SKPD pada saat patah panah lanjutnya, dibutuhkan sebagai implementasi  turut merasakan penderitaan masyarakat dan serta merta dapat merespon amanat penderitaan rakyat pasca perang tersebut.Dalam kesempatran itu You, menyampaikan apresiasi kepada kedua kelompok yang bertikai  karena mau berdamai. “Saya sebagai pemimpin daerah ini menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada kedua kubu karena memiliki kemauan untuk berdamai. Pemerintah siap memediasi dan mendukung upacara perdamaian,” ungkap You.You juga berharap kedua pihak yang bertikai menghormati dan menghargai sebagala upaya yang dilakukan oleh Pemda Mimika, Pemprov Papua, Komnas HAM dan semua pihak yang bertujuan untuk menciptakan rasa damai di masyarakat. “Jangan ada lagi penghalang dalam mendeklarasikan perdamaian antara dua kubu yang berkonflik ini. Terkait dengan kasus pembunuhan yang terjadi, kami akan menyampaikan pemahaman kepada mereka dalam upacara perdamaian serta kesepakatan yang harus dipegang bersama sehingga tidak ada lagi oknum-oknum yang melakukan pembunuhan ke depan,” pungkas You.You juga berharap agar dengan upacara perdamaian segala konflik dan gejolak sosial bisa dihentikan sehingga kabupaten Mimika benar-benar menjadi sebuah kota yang dipenuhi dengan kasih Allah. “Saya berharap dengan upacara perdamaian, kota Timika bisa menjadi sebuah kota yang tiap Minggu Kasih Allah dan penuh dengan kasih Allah. Karena itu, marilah kita secara bersama-sama menciptakan kabupaten Mimika menjadi Minggu-Minggu Kasih Allah,” ajak You. (ros)