Bupati Intan Jaya: Mahasiswa Harus Adaptasi, Hindari Hoaks dan Jaga Stabilitas Keamanan

NABIRE - Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., menyampaikan perhatian khusus terhadap peran mahasiswa dan tantangan keamanan di wilayahnya. Dalam arahannya kepada mahasiswa baru, bupati menekankan pentingnya adaptasi, pengembangan karakter dan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi palsu (hoaks) yang dapat memicu konflik dan menghambat pembangunan.
Aner Maisini menjelaskan, kehadirannya lebih bersifat memberikan sambutan dan arahan kepada para mahasiswa. Hal ini didasari kondisi Intan Jaya yang sedang berupaya keras membangun di tengah tantangan konflik.
"Mereka adalah masyarakat ilmiah yang mata kuliah mahasiswa ini harus belajar yang baik, maka adaptasi yang baik," tegas Bupati Intan Jaya saat ditemui oleh Papuapos Nabire di salah satu rumah makan di Nabire, Jumat (26/09/2025).
Ia mendorong mahasiswa untuk membuka relasi kepada siapa saja yang mengerti organisasi maupun di kampus. Selain itu, bupati menitikberatkan pentingnya pembentukan karakter yang kuat dan bermoral, yang salah satunya dapat dipelajari di lingkungan gereja.
Aner Maisini menyoroti situasi keamanan di Intan Jaya. Ia mengakui bahwa gangguan keamanan secara drastis sudah mulai menurun seiring dengan upaya pengaktifan kembali pemerintahan. Namun, tantangan baru yang dihadapi adalah perilaku mahasiswa yang kurang paham aturan dalam mengeluarkan informasi.
Bupati mengkritisi penyebaran hoaks melalui media sosial seperti Facebook, grup WhatsApp, dan Twitter. Menurutnya, informasi yang tidak benar ini kerap menghasut kelompok-kelompok tertentu, memancing situasi dan akhirnya berdampak pada gangguan keamanan. "Dampaknya pada gangguan, berdampak pembangunan tidak akan lancar," ungkapnya.
Sebagai contoh konkret, Bupati Intan Jaya menyebutkan isu mengenai Blok Wabu. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendengar adanya rencana negara untuk operasi di Blok Wabu. Bahkan, saat syukuran dirinya, ia mengaku pernah menolak eksploitasi Blok Wabu.
Penolakan tersebut, jelas Bupati Intan Jaya, didasari pertimbangan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) daerah Intan Jaya belum siap dan wilayahnya yang kecil akan menerima dampak negatif dari eksploitasi tambang. "Sehingga betul-betul orang Intan Jaya belum siap untuk eksploitasi," tambahnya.
Meskipun hingga kini tidak ada informasi resmi dari negara atau perusahaan terkait eksploitasi tambang, Bupati Intan Jaya menyesalkan berita melalui facebook yang terus mengembangkan isu-isu tidak benar. Hoaks ini, katanya, menghasut pihak-pihak tertentu.
Oleh karena itu, Aner Maisini mengimbau seluruh mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat ilmiah, untuk bijak dalam bersikap dan menggunakan media sosial agar tidak menjadi penyebar hoaks yang dapat merusak stabilitas dan menghambat proses pembangunan di Intan Jaya. Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kaum intelektual, sangat penting untuk menciptakan Intan Jaya yang aman dan damai.(sam)
Bagikan artikel ini



