Bupati Imbau Warga Waspada Wabah ASF pada Babi
NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, menyampaikan keprihatinan terkait merebaknya wabah African Swine Fever (ASF) pada hewan babi di wilayahnya. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit mematikan ini.

NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, menyampaikan keprihatinan terkait merebaknya wabah African Swine Fever (ASF) pada hewan babi di wilayahnya. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit mematikan ini.
"Wabah ASF telah menjadi ancaman serius bagi peternak babi di Nabire. Kita harus bertindak cepat dan tegas untuk mencegah meluasnya wabah ini," tegas Bupati melalui rekaman suara yang diperoleh dari Humas Setda Nabire, Sabtu (30/11/2024).
ASF merupakan penyakit virus yang sangat menular pada babi. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung antara babi yang sakit dengan babi sehat, atau melalui benda-benda yang terkontaminasi virus.
Bupati menjelaskan, pihaknya akan mengambil beberapa langkah untuk mengatasi masalah ini, diantaranya, peningkatan surveilans, yakni melakukan pemantauan intensif terhadap populasi babi di seluruh wilayah Nabire.
Selain itu, sosialisasi dengan melaksanakan sosialisasi kepada peternak babi mengenai gejala klinis ASF, cara pencegahan dan penanganan yang tepat. Pembatasan pergerakan babi dengan memberlakukan pembatasan pergerakan babi dari dan ke daerah yang terjangkit ASF. Melakukan pemusnahan terhadap babi yang terinfeksi atau yang menunjukkan gejala klinis ASF.
Dan melakukan disinfeksi secara teratur pada kandang babi, peralatan peternakan dan lingkungan sekitar. "Kami juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk mendapatkan dukungan dalam mengatasi wabah ini," tambahnya.
Wabah ASF telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi peternak babi di Nabire. Banyak peternak yang kehilangan sebagian ternaknya akibat penyakit ini. Selain itu, wabah ASF juga berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor peternakan babi.
Margareta, seorang peternak babi di Kelurahan Kaliharapan, mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. "Saya sudah beternak babi selama bertahun-tahun dan ini adalah kali pertama saya mengalami kejadian seperti ini. Saya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada kami," ujarnya.
Bupati berharap masyarakat dapat memahami situasi yang sulit ini dan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi wabah ASF. Ia juga meminta kepada seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks terkait wabah ini. "Mari kita sama-sama menjaga kesehatan ternak kita dan lingkungan kita. Dengan bekerja sama, kita yakin dapat mengatasi wabah ASF ini," pungkasnya.(sam)
Bagikan artikel ini



