Bupati Dumapa Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja Jemaat Ebenheazer Moanemani
DOGIYAI – Bupati Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumapa, S.IP, beberapa waktu yang lalu di Moanemani, Kabupaten Dogiyai meletakan batu perta
Bagikan
DOGIYAI – Bupati Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumapa, S.IP, beberapa waktu yang lalu di Moanemani, Kabupaten Dogiyai meletakan batu pertama pembangunan Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua pada Jemaat Ebenheazer Moanemani. Dalam laporan panitia sebelum memasuki ibadah syukur, Pendeta Wenas Tebai, S.Pak menyampaikan, perkembangan Gereja Kemah Injil Kingmmi dan Katolik bersamaan masuk pertama dari daerah Prongko (Mapihabado dan Tuguda (Mapia) masuk Enarotali pada 13 Januari 1938. Seketiga itu, jumlah jemaat sebanyak 188 orang beribadah dibawah atap alang–alang. Sekarang di daerah Meuwo ini memiliki 87 klasis, 13 kordinator dan 53 gereja di Dogiyai. Jemaat Ebenheazar berniat membangun gereja model dengan maksud gereja ini berada di tengah Kota Moanemani diatas luas lokasi 7,342 meter persegi telah memiliki sertifikat itu dan bangunan gereja berukuran 18x31 meter.Dana yang ada saat ini sebesar Rp139 juta, katanya, untuk ruang Pastori termasuk aula direncanakan panitia pembangunan menghabiskan dana sekitar 4 miliar lebih.Dalam firman Tuhan dalam homili yang disampaikan Pendeta Bernardus Anou, S.Th, mengatakan semuannya karena kasihmu, apa yang kau ikat di bumi ini akan terikat juga di surga. Hal itu diatas dasar iman akan Tuhan. “Kita bangun gereja yang kokoh kuat, semua jemaat umat mencintai gereja untuk keterlibatan umat jemaat melalui kerja dan bekerja,” ujar pendeta, keterlibatan semua pihak melalui sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk sumbangan suka rela.Sementara itu, Bupati Dogiyai dalam sambutannya mengatakan, partisipasi umat atau dalam jemaat membangun gereja tidak hanya dalam bentuk uang saja, bisa juga dalam bentuk barang, seperti semen, papan balok dan material lainnya. Bupati Dogiyai berniat memberikan honor kepada pendeta juga katagis.Hal itu tentunya, disesuaikan dengan kondisi anggaran atau keuangan daerah sehingga direncanakan tahun anggaran 2019 nanti bila mencukupi dana Otsus, DAK dan DAU.(don)
Bagikan artikel ini



