NABIRE - Pemekaran Provinsi  Papua Tengah yang direncanakan kedudukannya ada di tiga tempat, yakni Kabupaten Biak Numfor,Timika dan Nabire, sedang  memperjuangkan tempat kedudukan pemekaran tersebut itu, Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP berkomitmen dan meminta bahwa kedudukan pemekaran provinsi Papua Tengah harus di Nabire. Dan sekarang kami pihak pemerintah daerah sudah serahkan kepercayaaan penuh kepada pemerintah pusat, jadi mereka yang berhak untuk mengambil keputusan tempatnya, maka kita masyarakat Kabupaten Nabire khususnya dan pada umumnya di wilayah adat Meepago kita tunggu jawaban dari pusat saja.   Di sela-sela kegiatan inovasi pendampingan daerah yang diselenggarakan oleh Kemendagri RI yang dihadiri Asisten I Setda Nabire, La Halim, S.Sos, Ketua Penggerak PKK, Yufinia  Mote Douw, S.SiT, pejabat eselon III dan eselon I belum lama ini, Bupati Isaias Douw menekankan, sekarang kita tidak perlu sibuk, karena kita di wilayah Meepago sudah cetak tiga anggota Dewan, dua orang DPR RI  dan satu orang  DPD. Merekalah, kata Bupati Douw, yang menyuarakan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat disana, baik itu di Sidang Paripurna DPR RI maupun dihadapan presiden, maka sekarang ada ditangan pemerintah pusat hingga tugas kita adalah berdoa dan tunggu hasil keputusan jelas dari pemerintah pusat kepada kita pemerintah daerah nantinya kedudukan dimana. “Lalu-lalu kita sibuk terlalu banyak kesana kemarin urus barang ini, tapi di wilayah Meepago sekarang tidak susah karena kita punya orang ada disana mereka yang menyuarakan aspirasi masyarakat wilayah adat Meepago ada orang disana berarti kita ini punya kekuatan semoga harapan kita dapat sukses,” katanya. Pada kesempatan itu pula, Bupati Isaias, menitipkan satu buah pesan singkat melalui tim Kemendagri RI yang datang untuk memberikan materi tentang pendampingan inovasi daerah kepada para pejabat hingga terlihat para pejabat yang ikut rapat pada saat itu sangat senang dan gembira, bahkan tepuk tangan yang meriah. “Mengapa saya katakan demikian kita simak, lihat secara bersama pembangunan di wilayah Meepago banyak yang ketinggalan, keterbelakang dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain di Indonesia itu hingga kita juga mau maju dan berkembang disegala bidang itu harus ada perjuangan kerja keras oleh kita sendiri hingga sekarang ada bukti tiga legislatif dipusat mewakili masyarakat di wilayah adat Meepago semoga impian kita dapat terwujud,” ungkap Douw. Selaku kepala daerah, Isaias menyampaikan terima kasih kepada  masyarakat di wilayah adat Meepago, khususnya dan pada umumnya seluruh masyarakat provinsi Papua atas partisipasi dan dukungan yang mana kerja keras yang baik hingga di meja hijau parlemen dapat meraih tiga kursi mewakili Meepago.(modes)