NABIRE - Untuk memperluas dan menambah kapasitas ruang kelas, Jumat (24/11) SMP St. Antonius menggelar acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Kelas sebanyak 8 (delapan) ruangan dengan kontruksi bangunan dua lantai. Dimana, peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas tersebut dilakukan oleh Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP. Turut hadir pula, Uskup Keuskupan Timika Mgr. Jhon Philip Saklil, Pr, Ketua PKK Nabire Yufinia Mote, S.SIT, Kepala Dinas Pendidikan Nabire Daniel Maipon, S.STP, Kepala Distrik Nabire Petrus Rumere, S.Sos, para Alumni SMP St. Antonius, sejumlah pimpinan OPD, serta para pelajar SMP St. Anthonius. Dalam sambutannya, Bupati Nabire mengatakan, pendidikan merupakan hal yang tidak terlepas dari masa depan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan adalah hal yang paling prioritas dilakukan dalam setiap program pembangunan di daerah manapun di seluruh Indonesia. Kata Bupati Douw, pemerintah dalam melaksanakan pembangunan bukan hanya pada satu sektor saja, akan tetapi memperhatikan dan membangun berbagai sektor bahkan sampai kepada sektor terkecil. Tentu, dalam mencapai keberhasilan bukanlah menjadi tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi merupakan kewajiban bagi semua masyarakat, terutama masalah pendidikan. “Kita perlu menyadari bahwa saat ini kita hidup di era informasi dan teknologi yang penuh dengan bermacam-macam tantangan, maka salah satu upaya yang mutlak harus dilakukan adalah mewujudkan insan-insan pembangunan yang memiliki sumber daya manusia yang handal dan berkualitas,” tuturnya.  Karena itu, tambah Bupati Isaias, kita semua berharap bahwa SMP Antonius mampu menjadi lembaga pendidikan yang dapat menghasilkan anak didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, dan terampil.  Menurutnya, pelaksanaa peletakan batu pertama gedung SMP Santo Antonius, merupakan tugas berat bagi lembaga pendidikan dan yayasan untuk menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini. Karenanya, sekolah dituntut untuk membentuk insan pembangunan seperti yang terkandung di dalam tujuan pendidikan nasional, yaitu terselenggaranya pendidikan nasional didalam mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti, luhur, cerdas, trampil, disiplin, kreatif, dan profesional. Lanjutnya, pembangunan gedung sekolah ini merupakan satu bentuk dukungan nyata dari YPPK untuk meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Nabire pada khususnya dan pada umumnya di wilayah Meepago dan tanah Papua. Karena, pendidikan adalah alat utama dalam membangun masyarakat yang cerdas untuk membangun diri dan keluarga dan masyarakat yang sejahtera dan mandiri secara berkelanjutan.(cad)