Bupati Dogiyai Evaluasi Program
DOGIYAI - Evaluasi kinerja pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalm pencapaian program kegiatan di setiap SKPD di Dogiyai menjadi cat
Bagikan
DOGIYAI - Evaluasi kinerja pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalm pencapaian program kegiatan di setiap SKPD di Dogiyai menjadi catatan penting untuk perubahan kedepan. Bupati Dogiyai Yakobus Dumapa dan Wakil Bupati Oskar Makai menghendaki adanya perubahan. Pada intinya banyak hal yang belum dibenahi dan dikerjakan secara bersama dengan masyarakat dan pemerintah. Evaluasi internal pimpinan SKPD menjadi sasaran evaluasi Bupati Dogiyai bersama pimpinan OPD di ruang pertemuan Kantor Bupati Dogiyai beberapa waktu lalu sebagai tindak lanjut kebijakan program dan visi misi terutama dukungan pimpinan SKPD.Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai menginginkan harus ada dampak bagi masyarakat. OPD ataupun SKPD harus membuat program yang ada dampak di masyrakat dan memiliki DPA yang didalamnya merencanakan program kerja dengan melibatkan bawahan.“Melibatkan mereka (bawahan) dalam program. Tidak boleh ada kesan yang bekerja hanya bendahara dan pimpinan. Tak boleh seperti itu dan mereka dilibatkan,” kata Bupati, sama–sama merencanakan kegiatan dan tak boleh kerja sendiri dan dalam kesempatan itu, pagi dan sore melakukan apel bersama pada masing–masing dinas atau kantor serta tidak pulang sebelum jam kerja.Tegas bupati, pagi harus apel sebelum pulang pegawai harus apel. Tenaga kontak dan honorarium yang bekerja juga diwajibkan absen setiap masuk kerja sebagai bahan penilaian. Itu dilaksanakan, lantaran Bupati Dogiyai memiliki keinginan besar dan mengharapkan adanya perubahan dalam birokrasi pemerintah, sehingga diatur secara rapi dalam penempatan jabatan. Pimpinan kantor dan dinas yang akan ditempatkan akan dinilai kemampuan bekerja dan kebijakan serta keputusan Bupati dan Wakil Bupati untuk ditindaklanjuti dan diketahui masyarakat.“Fokus pembenahan dilakukan mulai dari kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Dogiyai dan para Kabang yang ditempatkan serius melaksanakan tugas,” tegasnya. Pada hari Jumat olahraga dan Jumat bersih mesti dilaksanakan setiap minggu dan pada hari Senin, Bupati Dogiyai tetapkan sebagai apel gabungan bersama di halaman kantor Bupati Dogiyai. Hal itu ANS di Dogiyai betah bertugas di Dogiyai. ASN yang tidak mau bertugas di Dogiyai karena alasan dingin lebih baik pindah saja. Dalam evaluasi itu, Bupati Dogiyai sedikit kesal ada pegawai di Kabupaten Dogiyai selama ini tidak bekerja, namun gajinya lancar perakhir bulan. Selain itu, ASN ditempatkan di tingkat distrik juga hanya bendaraha kirim uang setiap akhir bulan, padahal tidak pernah masuk kantor selama ini sehingga di akhir tahun ini akan dieveluasi.Bupati juga menyinggung mengenai maraknya pencurian yang terjadi di Kabupaten Dogiyai. Masalah lokasi tanah di kabupaten Dogiyai yang beragam menjadi sebuah masalah di tengah masyarakat Moanemani ini, termasuk pembuangan sampah yang sedang terjadi disepanjang jalan trans Nabire -Dogiyai.Bupati Dogiyai juga dalam pertemuan itu menyampaikan, kerjasama bidang pemberdayan masyarakat kordinasi dengan IPB Bogor dalam peningkatan pertanian. ASN juga diberikan peluang untuk belajar dan dalam peningkatan iman dan ketaqwaan upati akan mengirim 30 orang sebagai wisata rohani diluar negeri, yang mana sedang disiapkan urusan kelengkapan administrasinya.Tak lupa, pada kesempatan itu juga Bupati Dumupa, menekankan adanya peningkatan dan pemberdayaan penatausahaan keuangan, bendahara, operator Kantor Bupati yang didatangkan orang pintar dari luar guna membenahi ketertinggalan pembangunan di Dogiyai. Selain itu, kepada kaum ibu tidak ketinggalan serta menyangkut diskriminatif warga juga PNS terhadap Pemilu guna menjaga Kamtibmas bersama di Kabupaten Dogiyai.(don)
Bagikan artikel ini



