NABIRE – Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa dinilai takut bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, karena jarang memenuhi undangan legislatif. Karena, selama setahun, Bupati Yakubus Dumupa hanya menghadiri undangan DPRD sebanyak dua kali.

Penilaian tersebut diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Dogiyai, Yoseph Minai di Nabire, Kamis (20/5) menanggapi tidak dilaksanakannya pertemuan antara legislatif-eksekutif untuk menjawab 14 tuntutan/pertanyaan DPRD saat memalang dua kantor yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Dogiyai, sepekan lalu.

Sebelumnya, pimpinan aksi DPRD Dogiyai, Yusak Ernet Tebay pekan lalu mengatakan, DPRD Dogiyai sudah menyepakati untuk mengundang Bupati Yakobus Dumapa bersama kepala BPKAD dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lain dengan tuntutan dewan saat aksi memalang kantor pemerintah.

Yoseph Minai menjelaskan, anggota DPRD Kabupaten Dogiyai menyepakati untuk mengundang Bupati bersama OPD yang terkait untuk mendengarkan keterangan dari Bupati dan eksekutif. Tetapi, menjelang diadakan pertemuan legislatif-eksekutif, Bupati Yakobus Dumupa tidak berada di tempat sehingga pertemuan DPRD Dogiyai untuk mendengarkan keterangan Bupati terpaksa dibatalkan. Karena, Bupati tidak ada di tempat.

Dengan pembatalan tersebut, Minai menilai Bupati Yakobus Dumupa tidak ada di tempat untuk menghindari undangan DPRD untuk mendengarkan keterangan eksekutif terkait pemotongan uang kinerja setiap aparatur sipil negara (ASN) dan honorer se Kabupaten Dogiyai bersama pertanyaan lain yang disampaikan saat aksi pemalangan kantor.

Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan ini mengurai, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa beberapa kali tidak menghadiri undangan DPRD. Karena takut itu pula saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 saja tidak hadir dengan alasan sedang mengikuti ujian sehingga dikuasakan kepada Wakil Bupati, Oskar Makay.

Tetapi, ketika APBD sudah disahkan, Yakobus Dumupa sebagai Bupati aktif dan diambil-alih. “Ini perlu dipertanyakan, ada apa dengan alasan-alasan seperti ini,” pertanyakan Minai. 

Pimpinan aksi DPRD Dogiyai, Yusak Ernest Tebay saat dikonfirmasi, Kamis (20/5) malam mengatakan anggota DPRD sudah menyepakati untuk menunda sepekan, karena eksekutuf tidak menghadiri undangan. (ans)