DEIYAI – Bupati Deiyai, Ateng Edowai, menegaskan agar masyarakatnya tidak boleh menjual tanah. Sebab nantinya yang akan terancam adalah masa depan anak dan cucu. “Jangan jual tanah. Lebih baik menyewakan tanah, tapi jangan jual. Kalau jual, masa depan anak cucu mau ke mana ? Kalau sewa, ada faktor ekonomi yang baik untuk keluarga,” ujar Edowai, pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kepemimpinannya yang pertama, bersama Wakil Bupati, Hengki Pigai, Kamis (20/2) kemarin. Ia juga menyatakan mendukung Musyawarah Pastoran Mee (Muspasmee) ke-VI yang digelar oleh agama Katolik dari dua Dekenat yakni Paniai dan Tigi, di Paroki Kristus Kebangkitan Kita (K3) Damabagata, Tigi Timur. “Karena gereja Katolik berbicara soal perlindungan tanah.” Sementara itu, Asisten 1 Setda Deiyai, Simon Mote, mengatakan pihaknya mendukung program prioritas bupati, terutama persoalan perlindungan tanah adat. “Untuk menindaklanjuti ini, kami akan melakukan berbagai cara, untuk membuat sebuah kesepakatan bersama dengan berbagai elemen,” katanya. (ist)