WAGHETE  – Dalam bincang-bincang dengan beberapa wartawan di kediaman sementaranya di Kampung Damabagata Distrik Tigi Timur, Bupati Devenitif Kabupaten Deiyai, Dance Takimai, A.Ks, tidak memberikan banyak janji kepada masyarakat Deiyai, namun dirinya akan berupaya dan berusaha keras dengan didukung semua komponen masyarakat untuk membangun dan memajukan Deiyai kedepan. Diutarakan Dance, saat ditanyai menyangkut 100 hari kerjanya mengatakan menurut kami, dimasa pertama atau istilah beberapa bupati, gubernur terkait 100 hari kerja bagi kami itu hanya berlaku untuk presiden. Tapi pada prinsipnya kami bukan tidak ada 100 hari kerja, tetapi hemat kami 100 hari kerja itu harus dipertajam dengan apa yang telah kami tuangkan sebelumnya dalam visi dan misi kami sebagai bupati dan wakil bupati.Jelasnya, apa yang akan kami laksanakan dimasa kepemimpinan kami yang seperti yang ada pada visi dan misi kami nantinya dan ini harus dimengerti oleh semua komponen yang ada di daerah ini yang menggunakan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deiyai. Komponen yang ada ini seperti SKPD, komponen lembaga adat, komponen masyarakat, gereja, pemuda, komponen perempuan dan komponen lainnya.“Kami disini posisinya kan sebagai pimpinan daerah dan sebagai koordinator APBD yang ada di daerah, khususnya Deiyai, yang namanya dana APBD itu kan masyarakat dan komponen-komponen yang ada ini yang punya. Apa yang menjadi visi dan misi kami berdua ya harus dimengerti oleh semua komponen yang ada ini, SKPD dan komponen-komponen dimaksud tadi,” urainya.Kenapa demikian, tambah Bupati Deiyai Dance Takimai, ya karena ini’kan arah kita dalam membangun dan memajukan kabupaten Deiyai kedepan. Sebagai bupati definitif pertama di Deiyai tentunya akan kami buat perubahan dengan harapan kabupaten yang notabene baru dimekarkan ini dapat mengejar ketertinggalan dengan kabupaten lain yang ada di seluruh Indonesia ini.(wan)