Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya Gelar Syukuran 100 Hari Kerja

SUGAPA - Bertempat di halaman kantor Bupati Intan Jaya di Sugapa, Rabu,(23/7/25), Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya menggelar ibadah bersama masyarakat Kabupaten Intan Jaya. Ibadah syukuran dilaksanakan untuk mensyukuri seratus hari kerja kedua pemimpin daerah yang selama ini bertugas meskipun ada rintangan tapi tetap satu dalam membangun Kabupaten Intan Jaya tetap aman.
Dikatakan Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom, SH, MH, yang dilangsir salah satu media YouTube, hari ini dirinya dan Wakil Bupati Elias Igapa, SE bisa berdiri di hadapan saudara sekalian karena ada kepercayaan yang diberikan untuk mengimpin Kabupaten Intan Jaya 5 tahun.
"Kami dua sadar bahwa kepercayaan yang saudara berikan adalah sebuah amanah untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Intan Jaya menuju suatu tujuan yaitu masyarakat yang aman, damai dan sejahtera,". ujarnya.
"Karena itu kami dua untuk memulai bekerja dan diberikan kami kesempatan untuk mempertanggungjawabkan janji-janji politik kami sesuai visi dan misi yang telah kami tawarkan kepada rakyat Kabupaten Intan Jaya," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada tanggal 20 Februari 2025, Aner Maisini dan Elias Igapa resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya bersama 961 kepala daerah lainnya oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta. Setelah keduanya menang dalam kontestasi Pilkada Serentak pada 27 November 2024 dengan perolehan suara 43.535 suara.
" Ya puji Tuhan, ada sesuatu atau ada kerinduan untuk saya maju sebagai calon bupati saat itu," ungkapnya.

Lanjut dia, walaupun karir pekerjaan bukan dari pejabat dari birokrat atau dari politik, tetapi dirinya sebagai pengurus partai. Dirinya juga pernah calon di provinsi, tapi dua kali gagal. Tetapi di saat kompetisi Pilkada ini, sebenarnya dirinya harus dukung senior-seniornya. Tetapi kenapa dirinya harus berani maju, karena senior-senior juga, tidak yakin dengan kondisi daerah yang pelayanan pemerintah tidak jalan, gangguan keamanan ini terus ada, akhirnya berdampak pada pelayanan pemerintah, dampak pada pelayanan gereja. Sehingga tatanan kehidupan masyarakat Intan Jaya itu selalu tidak aman.
"Sehingga saya punya kerinduan. Jika Tuhan percayakan atau Tuhan izinkan saya jadi bupati berarti pasti akan terjadi perubahan di daerah itu. Itu motivasi dan kerinduan saya," paparnya.
Dirinya tidak melihat material atau jabatan yang diiliki, tetapi motivasi tinggi mendorong dirinya untuk tampil berkompetisi dengan senior-senior untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.
Visi misi Aner Masini dan Elias Igapa, yang pertama dengan kondisi itu sehingga membawa satu visi yaitu Intan Jaya Baru. Yang kedua adalah untuk menciptakan mutu pendidikan, dan bagaimana menciptakan pelayanan kesehatan.
Tak hanya itu, juga soal masalah infrastruktur, menciptakan good government atau pemerintahan yang baik. Sehingga ini semua muaranya untuk berdampak pada pelayanan masyarakat.
"Salah satu visi yang pertama adalah masalah keamanan ini bagaimana kita proteksi kira-kira langkah apa yang kita ambil adalah yang pertama kita mengaktifkan di Intan Jaya. Keduanya langsung tancap gas dan memberi bobot pada visi dan misi yang dijalankan sebagai landasan untuk pembangunan Intan Jaya 5 tahun ke depan," ujarnya.
Lanjut dia, masalah klasik seperti tingginya harga barang, akses yang sulit, dan rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan serta gangguan keamanan mengisyaratkan keduanya untuk bekerja ekstra dan ekstrim untuk menuntaskan pekerjaan rumah yang tak berujung ini.

Ia juga menambahkan bahwa kurang lebih ada delapan program yang telah dilaksanakan dalam 100 hari kerja Bupati Aner Maisini dan Wakil Bupati Elias Igapa. Yakni penerangan listrik 24 jam, program belanja hasil bunyi di pasar lokal Mama Papua, penjaringan aspirasi dari masyarakat di delapan distrik, pembukaan akses jalan Paniai Intan Jaya, pembentukan komunitas ojek lokal, pembentukan komunitas guru orang asli Papua yang akan ditempatkan di daerah-daerah terisolir, pendegakan disiplin ASN, dan pembayaran TPP yang harus dipusatkan di Sugapa.(rob)
Bagikan artikel ini



