Bupati dan Wabup Berkomitmen Kuat Benahi Dogiyai
NABIRE - Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumapa, SIP dan Oskar Makai, SH berkomitmen kuat dan bersama untuk mempe
Bagikan
NABIRE - Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumapa, SIP dan Oskar Makai,
SH berkomitmen kuat dan bersama untuk memperbaiki Pemerintahan Kabupaten
(Pemkab) Dogiyai yang kini telah rapuh
dan berantakan. Penataan tata ruang kota tidak benar, mengakibatkan pengrusakan lingkungan, sehingga
tempat-tampat keramat dan sakral menjadi rusak. Dengan dasar penataan pemerintahan yang baik kedepan, Bupati dan Wabup Dogiyai yang baru
dilantik pertengahan bulan Desember ini akan memindahkan pusat pemerintahan di
Pona. Hal tersebut dikarenakan akses pembangunannya sangat mudah terjangkau
dari Mapia maupun dari Kamu. Bagian selatan Distrik Piyaye dan Sukikai Selatan.
Sedangkan perumahan pegawai dijadikan kantor perwakilan Moanemani untuk sementara.
Demikian dikatakan Bupati Dogiyai Yakobus Dumapa, dalam rapat paripurna bersama
DPRD Dogiyai dalam rangka pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten Dogiyai, bertempat di Hotel Mahavira II, belum lama
ini. Rapat dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai setalah dibuka Plt Ketua DPRD Jeheskel Anou. Penyampaian nota keuangan
Bupati Dogiyai menegaskan, melalui
proses Pilkada yang lama baru pelantikannya. Urusan Pilkada telah
berakhir dan selesai, mari kita membangun hubungan yang harmonis. Selama ini, terang dia, terkesan Pemerintah Dogiyai belum menghargai sepenuhnya DPRD
Dogiyai, maka terkesan pemerintah belum melibatkan DPR sebagai mitra kuat
sehingga dalam kesempatan itu Bupati dan Wabup Dogiyai berkomintmen bersama
DPRD kedepan bekerja sama dalam kebijakan pemerintahan di Kabupaten Dogiyai. Kapasitas DPRD sebagai lembaga yang diakui mari sekarang kita membangun hubungan yang harmonis
antara legislatif dan eksekutif dalam pembahasan rancangan anggaran. Bupati
Dumapa juga sampaikan hasil pertemuan
dengan Presiden Jokowi baru-baru ini di Nabire. Ada dua hal relokasi kota kawasan Dogiyai, Moanemani yang tidak stategis dan permintaan
dana Rp.700 hingga 800 miliar pengembangan Kopi Moanemani dalam bentuk skala
besar akan dibicarakan pada Januari di Bapenas. Dalam pemandangan awal fraksi, Fraksi Dogiyai Baru dari Partai PKS dan Hanura, sebagai
pertimbangan legislatif kepada eksekutif
menambah pemekaran sepuluh distrik baru dan empat ratus kampung baru, selain
itu, jembatan kali Mapia Distrik Mapia Tengah, Kali Teu dan Kali Pona
ditanggapi dan dicermati eksekutif kondisi kemampuan keuangan daerah. Pemerintah setujui untuk pemekarang distrik baru
hanya dua distrik sebagai distrik pada perbatasan Distrik Pona dan Degeuwo.
Realisasi secara bertahap, itu pun apakah layak atau tidak melalui pertimbangan
yang matang jawaban eksekutif. Kondisi kesehatan pendidikan Dogiyai yang rapuh pada saat
ini, maka terang Bupatu Dumupa kita fokus hal mana yang vital. Kurang lebih 14
hal diakomodir eksekutif, komoditas kita terkenal adalah kopi, maka
berkeinginan dan komitmen Moanemani Dogiyai sebagai kabupaten penghasilan kopi
guna mendatangkan pendapatan daerah. Diluar itu, terkait pertanggungjawaban pajak dan restribusi selama delapan tahun laporan
lengkap kepada Bupati, dengan batas wilayah antar kabupaten sebagai sona tiga.
“Asensi ANS akan sidik jari kehadiran
pegawai itu memang sesuai kalender kerja PNS selalu ada di meja bupati,” ujar
bupati terpilh ini.(don)
Bagikan artikel ini



