- Kegiatan pembukaan workshop peningkatan peran perempuan dalam bidang politik dan jabatan publik dibuka oleh Bupati Nabire, Isaias Douw S.Sos.,MAP, Rabu (27/3) bertempat di guest house Jalan Merdeka Nabire.Isaias Douw menyampaikan, lima hal yakni pertama memahami sistem pemilihan umum (mulai dari penghitungan suara hingga penetapan pemenang). Kedua memahami tentang hak dan kewajibannya serta memahami aturan–aturan  Pemilu. Yang ketiga memahami tentang tugas dan fungsi legislatif sebagai perwaklan rakyat dalam mengambil suatu kebijakan.Keempat menumbuhkan sikap perilaku Caleg yang berkualitas dan bertanggung jawab serta kelima meningkatkan kemampuan Caleg perempuan dalam menyusun strategi dalam meraih dukungan masyarakat.“Saya mengajak kita semua untuk bersama–sama menyukseskan pesta demokrasi pemilihan umum serentak 17 April 2019 mendatang, agar terlaksana dengan jujur, adil dan bermartabat, sehingga diharapkan dapat memenuhi amanat undang-undang Pemilu, yakni keterwakilan kaum perempuan sebanyak 30 persen,” ungkapnya Douw.Lanjutnya, prosentasi keterwakilan perempuan pada lembaga legislatif, kita boleh berbesar hati penuh optimis, bahwa target ini dapat tercapai, bila mengacu dari data yang ada, Daftar Pemilih Tetap (DPT) kaum perempuan TPS berjumlah  81.778 pemilih atau 46,1 persen dari total DPT Kabupaten Nabire sebanyak 177.474 tersebar dalam 738, yang terbagi pada empat daerah pemilihan (Dapil).         Keterlibatan perempuan dalam politik diharapkan dapat melahirkan rekomendasi dari Caleg perempuan jika terpilih nanti, dapat menampung dan memperjuangkan aspirasi yang berkaitan dengan masalah-masalah perempuan.Tambahnya, kesenjangan gender pada kehidupan publik maupun politik hingga saat ini masih menjadi suatu tantangan yang terus dihadapi masyarakat, bila dilihat dari kesetaraan gender, secara nasional posisi dan kedudukan perempuan, baik pada jabatan publik maupun politik, prosentasenya masih jauh dibawah kaum laki-laki, bahkan masih berada dibawah standar.Maka kaum perempuan di kabupaten Nabire memiliki peran dan potensi yang besar dalam pembangunan, sehingga sudah menjadi keharusan untuk memfasilitasi atau memberikan ruang dan kesempatan bagi perempuan untuk berkarya dalam jabatan publik maupun politik. (modes)