Bupati Baru Wajah Dogiyai Baru
NABIRE – Bupati Kabupaten Dogiyai, Yakubus Dumapa, S.IP dan Wakil Bupati Oskar Makai, SH, dipilih oleh rakyat wajah pembangunan Kabupa
Bagikan
NABIRE – Bupati Kabupaten Dogiyai, Yakubus Dumapa, S.IP dan Wakil Bupati Oskar Makai, SH, dipilih oleh rakyat wajah pembangunan Kabupaten Dogiyai baru. Hal ini diungkap Marius Iyai, S.Pd, saat ditemui Sabtu (20/1), bertempat didepan Sekretariat Panwas Jalan PDAM Kabupaten Nabire. Dikatakan Marius Iyai, kita tinggal di daerah lain kita pantau Kabupaten Dogiyai, selama ini kita lihat disana Dogiyai ini tidak ada perubahan terus hingga tujuan kami ingin memberikan masukan pendapat atau saran untuk bupati baru, bagaimana dia menjalankan pembangunan Kabupaten Dogiyai yang merubah wajah Dogiyai yang baru untuk lebih baik lagi, dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Menurut Iyai, ada beberapa hal yang menjadi masukan kepada Bupati, antara lain pertama belanja asset daerah itu harus dikurangi contoh jalan belum ada di Distrik Sukikai Selatan, tapi ada mobil untuk Kepala Distrik Sukikai Selatan itu tidak masuk akal, kemudian Kamuu Selatan jalannya belum ada tapi Kadistriknya ada mobil tidak masuk akal, karena jalan belum ada mobilnya, mobil lewat mana. “Kedua asset-asset lama yang beredar ini dinormalisasikan supaya pemerintah daerah tidak perlu sibuk untuk bayar pajak supaya pajak itu dipakai khusus untuk pembangunan daerah Kabupaten Dogiyai lima tahun mendatang,” ungkapnya. Yang ketiga, hal keuangan daerah Kabupaten Dogiyai kurang begitu bagus hingga perlu dikontrol secara baik oleh bupati kepada semua Organisasi Perangkat Daerah( OPD) baik dari dinas, badan, kantor, bagian, distrik dan Kakam di Kabupaten Dogiyai agar supaya kedepan dana keluar juga jalur yang tepat dan jelas. Contohnya proyek-proyek setiap kepala dinas diberikan wewenang untuk mengontrol dan memberikan kepada pihak ketiga itu harus mengontrol dengan baik supaya pekerjaan itu bermutu dan memiliki kwalitas. “Selanjutnya keempat hal pendidkan itu saya pikir bapak bupati ini, bekerja di Majelis Rakyat Papua (MRP), jadi sudah punya konsep tentang pendidikan, namun saya titip pesan hanya satu saja pusat kota pendidikan di Moanemani saja untuk anak-anak negeri Moanemani kita jauh belum kembali mengabdi kita punya daerah jadi kita hanya memberikan masukan,” tambahnya. Sedangkan di bidang kesehatan, stop beredar Miras, main Togel, café dan lain sebagainya di Kabupaten Dogiyai kemudian pembangunan rumah sakit yang memadai supaya kita punya warga masyarakat sakit bisa diobati dengan baik. Yang kelima Undang-undang Otonomi Khusus itu hanya mengamanatkan beberapa etem yaitu, insfrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan iman dan taqwa ini yang paling utama jadi didalam pembangunan itu. “Harus diutamakan lima hal itu. Diharapkan dengan adanya bupati baru yang sudah berpengalaman di lembaga MRP konsep di MRP itu dapat dituangkan dan melindungi hak-hak orang asli Papua,” pungkasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



