SUGAPA – Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom, SH, MH, membuka Festival Budaya dan Pameran Kerajinan Rakyat Kabupaten Intan Jaya 2025 di lapangan dan aula St. Misael Bilogai, Kamis (13/11/25) kemarin. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Intan Jaya ini berjalan cukup meriah.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Bupati Aner Maisini mengatakan, acara ini adalah sebuah mahakarya tiga dimensi kebudayaan kita. Di sini kita tidak hanya menyaksikan keindahan visual dari kerajinan tangan, tetapi juga akan menghayati gerak yang penuh makna dari tarian tradisional dan menyelami kearifan lokal yang abadi melalui cerita rakyat. Ini adalah sebuah trilogi kebanggaan yang mempersatukan karya tangan, gerak tubuh dan suara hati masyarakat Intan Jaya.

Dikatakan, ini merupakan event yang sangat strategis dalam melestarikan budaya daerah sebagai jati diri masyarakat Intan Jaya. Sehingga diharapkan event seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun.

“Melalui event ini, dengan partisipasi masyarakat 8 distrik yang ikut meramaikan secara langsung kita menyatakan eksistensi budaya sebagai jati diri kita yang hari ini akan diekspresikan melalui kegaitan utama yaitu cerita rakyat yang dirangkai dengan tarian tradisional dan pameran hasil karya seni dan budaya masyarakat,” kata Bupati Aner Maisini.

Tegasnya, kita semua perlu memahami bahwa cerita rakyat adalah memori kolektif kita, dari dongeng pengantar tidur hingga legenda asal usul leluhur. Cerita rakyat adalah guru pertama yang mengajarkan kita tentang nilai-nilai kejujuran, keberanian, kesetiaan dan kecintaan pada alam. Ia adalah benang yang menyambung masa lalu dengan masa kini yang menjadi pantutan bagi generasi muda untuk memahami jati dirinya secara utuh di tengah perubahan modernisasi dan globalisasi dunia yang kian berlari tanpa terbendungkan.

Setiap gerak, setiap hentakan dan setiap lambaian tangan dalam tarian tradisional, bukanlah gerak tanpa arti, ia adalah bahasa universal yang bercerita tentang kegembiraan penen, ritual, penghormatan, hingga kasih perjuangan. Tarian adalah jiwa yang diekspresikan melalui gerak, sebuah warisan hidup yang harus terus kita latih dan pertunjukkan.

Ditegaskan Bupati Aner Maisini, kerajinan rakyat menjadi bukti nyata dari kecemerlangan otak dan ketrampilan tangan. Setiap anyaman, rajutan, ukiran dan tenunan bukan sekedar barang. Ia adalah manifestasi dari cita rasa estetika, ketekunan dan filosofi hidup yang sangat mendalam. Kerajinan tangan adalah ekonomi kreatif yang menghidupi keluarga dan mempromosikan Intan Jaya ke kancah yang lebih luas.

Oleh karena itu, kegiatan ini bukan saja meriah, namun juga khas dan menarik karena menampilkan kreativitas masyarakat Intan Jaya yang tersebar di 8 distrik melalui inovasi para pencinta seni dan bidaya setiap suku yang mendiami di Kabupaten Intan Jaya.

“Saya selaku Bupati Intan Jaya mengajak kita semua mendukung sejak pembukaan hingga penutupan festival budaya dan pameran kerajinan rakyat tahun 2025 ini, agar berjalan dalam keadaan aman dan tertib sebagai wujud citra diri kita sebagai insan yang mencintai terwujudnya kedamaian di Intan Jaya,” ujarnya.

Dirinya sangat berharap agar festival budaya dan pameran kerajinan rakyat ini dapat mampu memotivasi para seniman, budayawan, pemerhati dan organisasi-organisasi kesenian untuk terus dan terus berkolaborasi dan bersinergi mengembangkan kreasi dan inovasi sekaligus mengaktualisasikan diri melalui aktivitas dan prestasi seni.

Selain itu, event ini juga merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pelestarian budaya daerah. Sebab kita seua menyadari betapa pentingnya makna kebudayaan dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa, khususnya jati diri semua suku yang mendiami di Kabupaten Intan Jaya agar tidak tergerus oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi.

“Melalui festival budaya dan pameran kerajinan rakyat ini, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai marwah dari setiap perilaku kehidupan. Dengan demikian, festival budaya dan pameran kerajinan rakyat ini bukan hanya menjadi sebuah kebanggaan kita semua maupun sebagai aktualisasi adat budaya Intan Jaya dalam sebuah pertunjukkan, Tetapi juga lebih dari itu, melambangkan bahwa Intan Jaya adalah tempat yang berbudaya, nyaman, indah dan bersahabat bagi semua orang,” tuturnya.

Kata dia, setelah event ini selesai perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sehingga dengan kekayaan adat budaya dan obyek wisata yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Intan Jaya nantinya akan mampu dikelola secara lebih profesional dan dikemas dalam formulasi yang sesuai dengan permintaan pasar pariwisata secara berkelanjutan. (ppn)