NABIRE - Semua pimpinan OPD, pejabat eselon I, II dan IV yang tidak mampu menetjemahkan visi dan misi Kabupaten Nabire akan dicopot dari jabatannya. Hal ini ditegaskan Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP ketika memberi sambutan pada upacara Pelantikan Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire, Senin (27/8), di Kantor Bupati Nabire.Bupati Isaias juga menegaskan, mulai Selasa (28/8) Pejabat Eselon II, III dan IV tidak diijinkan untuk keluar daerah dan diperintahkan kepada Kasat Pol PP untuk menertibkan semua pimpinan OPD dan staf.“Bagi mereka yang bisa menterjemahkan visi dan misi Kabupaten Nabire, mulai besok hari Selasa para eselon dua eselon tiga dan empat yang pergi keluar daerah tanpa ijin pimpinan daerah akan diabsen. Dan saya tugaskan Kepala Satpol PP absen. Khusus untuk kepala dinas lebih dipertegas, selama ini saya kasih keringanan. Sekarang sudah cukup,” tuturnya. Selaku bupati dirinya juga meminta pimpinan OPD untuk proaktif dalam merealisasikan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire. Semua kesuksesan program dan visi misi Kabupaten Nabire ada di tangan kepala OPD, bukan di tangan bupati. Kepala OPD harus mampu menerjemahkan visi dan misi Kabupaten Nabire. “Semua harus kerja, kalau tidak mau kerja di Nabire silahkan pindah ke kabupaten lain, ke Dogiyai kah, ke Deiyai, ke Waropen dan kabupaten lain. Apapun yang kita lakukan adalah untuk kemajuan masyarakat dan daerah Kabupaten Nabire, bukan untuk bupati. Kita kerja melayani masyarakat dengan hati, silahkan kamu main, tapi ada waktunya, ko ada nama karena Bupati Nabire yang kasih SK, ko dikenal sebagai pejabat, karena Bupati Isaias Douw kasih SK, ko jadi kepala dinas, ko jadi kepala bagian, ko jadi kepala bidang, tapi kalau tidak ada kinerja sama saja tidak bermutu,” ujarnya. Dirinya mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan daerah. Kalau tidak bisa kerja bupati mempersilahkan untuk mencari jabatan di kabupaten lain. Tegasnya, kita harus jaga dan tinggal bangun Nabire, bukan pergi keluar daerah terus, tanggung jawab itu yang penting. Dirinya selaku pimpinan daerah mengucapkan selamat kepada pejabat yang dilantik, atas kepercayaan yang diberikan masyarakat, daerah, bangsa dan negara, yang tentunya harus dijaga dengan baik kepercayaan ini. Kata Bupati, tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pimpinan tidaklah ringan,  karena  sebagai pimpinan, kita  dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik tanpa pamrih, yang dibarengi dengan kata hati yang mengarah kepada pengabdian, dan harus mengedepankan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. (cad)