BUMDes Kampung Kama Tempuh Langkah Pemulihan Usai Kendala Mesin
Kepala Kampung Kama, Yonatan Wayar, menjelaskan mesin yang berfungsi untuk mengalirkan daya ke berbagai perlengkapan pendukung seperti lemari pendingin dan mesin pencetak es mengalami gangguan.

NABIRE - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kampung Kama, Distrik Moora, saat ini tengah menghadapi masa penyesuaian operasional. Unit usaha yang sebelumnya menunjukkan perkembangan positif tersebut terpaksa dihentikan sementara akibat kendala teknis pada mesin penggerak utama.
Kepala Kampung Kama, Yonatan Wayar, menjelaskan mesin yang berfungsi untuk mengalirkan daya ke berbagai perlengkapan pendukung seperti lemari pendingin dan mesin pencetak es mengalami gangguan. Kendati demikian, fasilitas penunjang tersebut direncanakan akan segera diperbaiki dalam waktu dekat agar aktivitas ekonomi dapat kembali beroperasi secara normal.
“Mesin yang dapat digunakan untuk menghidupkan semua perlengkapan di dalam seperti kulkas, untuk pencetak es itu mesinnya terganggu sehingga untuk sementara kami pending atau kami batal,” ujar Yonatan saat ditemui di Kantor DPMK, Rabu (4/11/2026).
Menghadapi situasi ini, pihak pemerintah kampung berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan menyeluruh terhadap seluruh perangkat penunjang. Langkah perbaikan ini dinilai penting agar BUMDes dapat kembali berfungsi sebagai pusat pelayanan dan penggerak ekonomi warga setempat.
Sebagai pemimpin di tingkat kampung, Yonatan juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan aktif. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan BUMDes sangat bergantung pada keterlibatan serta partisipasi nyata dari setiap elemen masyarakat di Kampung Kama.
“Harapan saya sebagai pimpinan terendah di kampung, mengharapkan kepada kita semua warga masyarakat untuk kita menunjang akan BUMDes yang sementara di kampung sehingga berjalan baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yonatan menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku sebagai strategi utama untuk memajukan BUMDes ke depan. Pengelolaan yang tertib dan transparan diyakini akan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat luas. (sam)
Bagikan artikel ini



