NABIRE - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lagari Jaya menunjukkan progres positif dengan mulai menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PAD) bagi kemajuan kampung. Keberhasilan ini menjadi titik balik penting setelah sebelumnya mendapatkan evaluasi terkait penyertaan modal yang telah diberikan selama dua tahun terakhir, khususnya dalam pengelolaan sarana air bersih.

“Alhamdulillah, BUMDes sudah ada PAD ke kampung. Kemarin di caturwulan ini, tahun ini ada pemasukan sekitar 900 ribu rupiah kalau tidak salah. Saya sempat tanya ke direkturnya dan bersyukur sudah bisa ada hasil,” kata Kepala Kampung Lagari Jaya, Abdul Ghofur, saat memberikan keterangan di Kantor DPMK Kabupaten Nabire, Selasa (28/04/2026) lalu.

Peningkatan pendapatan ini tidak lepas dari perubahan sistem manajemen pada sektor air bersih yang kini lebih terukur. Abdul Ghofur menjelaskan, penerapan teknologi meteran menjadi kunci utama dalam transparansi dan penagihan retribusi kepada masyarakat pengguna layanan air bersih di kampung tersebut.

“BUMDes yang progresnya memang sudah tepat. Waktu itu saya sarankan harus pakai spedometer, jadi air itu sekarang sudah pakai meteran dengan tarif 2.000 rupiah per kubiknya. Mudah-mudahan tahun depan ini bisa lebih meningkat lagi,” ujar Abdul Ghofur optimis.

Selain sektor air, BUMDes Lagari Jaya juga merambah bidang ketahanan pangan melalui program penggemukan sapi yang melibatkan warga secara langsung. Meski unit usaha pertanian jagung sempat terkendala harga pasar yang rendah di angka 4.000 rupiah, pemerintah kampung tetap mencari solusi agar ekonomi kerakyatan tetap berjalan stabil.

“Kami juga berencana melakukan uji coba tanam kedelai di lahan BUMDes bekerja sama dengan pihak Angkatan Laut (AL) yang sudah melakukan survei lokasi. Sekarang kami tinggal menunggu keputusan dari Jayapura, kalau memang oke, lahan bekas jagung itu akan segera dieksekusi untuk kedelai,” tutupnya. (sam)