NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Perdagangan bukan diam terhadap kekosongan garam yang terjadi akhir-akhir ini, namun dengan kekosongan garam ini bukan saja dirasakan oleh masyarakat Nabire, akan tetapi kekosongan garam ini terjadi di seluruh Indonesia dan ini meresahkan semua masyarakat.Terjadi kekosongan garam ini bukan sebuah unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan produksi garam, namun di daerah produksi garam terjadi curah hujan yang sangat tinggi, sehingga para petani garam yang ada di daerah produksi tidak bisa lagi memproduksi garam, sehingga kini Pemerintah Pusat melalui Menteri Perdagangan telah mengambil sikap.Dimana Pemerintah Republik Indonesia sempat mau mengimpor garam dari Autralia, akan tetapi dengan adanya stok Garam Bahagia (BHG), akhirnya niat Pemerintah RI dibatalkan dan kini pemerintah lebih fokus untuk pengadaan garam BHG ke seluruh Indonesia, sehingga untuk Pemerintah Kabupaten Nabire juga telah mengambil langkah.Yang mana pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire melalui bidang distribusi dan promosi telah mengambil langkah dengan memanggil 9 distributor garam yang ada di Nabire dan mereka menyatakan telah ada stok garam dan para pedagang ini meminta agar pemerintah melalui Dinas Perdagangan tetap mendukung soal harga yang ditetapkan oleh pedagang.Demikian dikatakan Kepala Bidang Disribusi dan Promosi Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire Yosias Wihiawari, S.Sos kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu seraya menambahkan, dari 9 distributor garam di Nabire yang telah dipanggil oleh Dinas Perdagangan, hanya satu distributor saja yang siap menerima harga garam yang ditawarkan oleh pemerintah.Sementara 8 distributor lainnya tidak menerima tawaran harga garam yang ditentukan oleh pemerintah, dimana para distributor meminta harga Rp.6000 perbungkus, akan tetapi pemerintah tawarkan Rp.4000 perbungkus dan akhirnya disepakati Rp.5000 perbungkus dan hanya didatangkan oleh distributor Toko Javaco Nabire.Dari harga garam Rp.5000 perbungkus ini saja pihak Toko Javaco selaku distributor telah meminta agar pemerintah daerah memback-upnya, sehingga pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan tidak tinggal diam atas kekosongan garam di daerah ini, akan tetapi pemerintah terus berupaya melalui pihak distributor agar tidak ada lagi kekosongan garam di Nabire.(des)