NABIRE – Pemuda Papua Tengah tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah persoalan sosial yang mengancam masa depan generasi muda. Mereka harus tampil sebagai motor perubahan, tulang punggung pembangunan daerah, sekaligus garda terdepan dalam memerangi peredaran dan konsumsi minuman keras (miras).

Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) I dan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) se-Provinsi Papua Tengah di Nabire, Jumat (9/10/2026).

Deinas menilai, persoalan miras harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat karena dampaknya tidak hanya menyentuh kehidupan individu, tetapi juga mengancam keselamatan, masa depan, dan kualitas sumber daya manusia Papua.

Ia menyoroti konsumsi miras yang dinilai turut memicu berbagai persoalan sosial, kecelakaan, hingga hilangnya nyawa generasi muda. Karena itu, ia meminta kader GAMKI tidak berhenti pada seruan moral, tetapi mengambil langkah nyata melalui edukasi, pembinaan karakter, dan sosialisasi tentang bahaya miras di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemuda harus mampu menghadirkan kegiatan positif yang membangun kesadaran bersama sekaligus mendorong perubahan perilaku di lingkungan masing-masing.

“Pemuda merupakan tulang punggung masa depan bangsa, daerah, dan gereja. Karena itu, GAMKI harus mampu merangkul generasi muda dan mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” demikian penekanan Deinas dalam arahannya.

GAMKI Harus Jadi Motor Pembangunan

Selain mengajak pemuda memerangi miras, Deinas menegaskan bahwa GAMKI memiliki tanggung jawab strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang berintegritas, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Papua Tengah.

Ia mengingatkan agar firman Tuhan menjadi landasan moral dan pedoman bagi kader GAMKI dalam menjalankan roda organisasi, membangun kehidupan bermasyarakat, serta melaksanakan tanggung jawab terhadap daerah.

Menurut Deinas, GAMKI juga harus menjadi wadah pemersatu pemuda Kristen dari berbagai latar belakang gereja. Organisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat persaudaraan, menjaga toleransi, dan membangun kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.

Secara khusus, ia meminta DPD GAMKI Papua Tengah memainkan peran sebagai jembatan persatuan bagi 13 denominasi gereja di wilayah tersebut. Pembinaan dan sosialisasi secara berkala dinilai penting untuk memperkuat komunikasi, persaudaraan, serta kolaborasi lintas denominasi.

Deinas menegaskan, perbedaan latar belakang gereja tidak boleh menjadi penghalang bagi pemuda Kristen untuk bersatu dan bekerja bersama dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemprov Buka Ruang Kolaborasi

Dalam bidang pembangunan, Deinas mendorong GAMKI membangun kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun pemerintah kabupaten di delapan wilayah provinsi tersebut.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Dukungan masyarakat dan keterlibatan aktif generasi muda menjadi faktor penting agar program pembangunan dapat menjawab kebutuhan warga.

Karena itu, GAMKI diminta menyusun program kerja yang konkret, terukur, dan sesuai dengan persoalan serta kebutuhan masyarakat di masing-masing kabupaten.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Deinas, siap membuka ruang bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan, membangun kolaborasi, dan mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama dan memelihara kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah. Menurutnya, persatuan dan situasi daerah yang kondusif merupakan modal penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Deinas turut menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Papua Tengah yang tidak dapat menghadiri kegiatan secara langsung karena menjalankan agenda tugas lainnya.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh kader GAMKI memperkuat persatuan, menjaga komitmen pelayanan, serta menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai dasar dalam berkarya bagi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah siap mendukung dan membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda GAMKI untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Mari kita bersatu, bekerja bersama, dan bersandarkan pada Tuhan untuk membangun Papua Tengah,” pungkasnya.

Pembukaan Konferda I dan Konfercab Serentak GAMKI ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan pemuda Kristen yang berintegritas, peduli terhadap persoalan sosial, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Papua Tengah. (Luk)