MERAUKE — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menekankan pentingnya soliditas dan sinergitas lintas sektor dalam menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, penanganan kedaruratan tak cukup sekadar saling mengisi, melainkan membutuhkan kekompakan utuh agar setiap tantangan di lapangan dapat diselesaikan bersama.

Pesan tersebut disampaikan Kabasarnas saat membuka Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) secara daring di aula Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Kamis (10/9/2026).

Mohammad Syafii menyampaikan bahwa kesamaan persepsi di antara seluruh pemangku kepentingan merupakan langkah mendasar dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“Nilai-nilai soliditas harus terus dibangun oleh Basarnas. Walaupun mencapai keberhasilan itu tidak mudah, dengan menyamakan persepsi, semua akan berjalan baik—termasuk dalam mendukung program prioritas Presiden melalui Asta Cita. Peran kita sangat mendasar, yaitu memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh warga negara Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pembentukan program Kampung Rescue yang dinilai menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia tangguh. Ia meminta Basarnas bersama instansi mitra gencar memberikan edukasi, agar masyarakat di tingkat kampung memiliki keterampilan dasar untuk mengambil tindakan awal saat terjadi kondisi darurat.

Perkuat Kolaborasi di Tengah Keterbatasan

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, S.E., M.M., menyatakan bahwa gelaran FKP3 menjadi sarana penguatan kerja sama strategis antara Basarnas dengan jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga organisasi kemasyarakatan.

Rudi mengakui bahwa jajarannya masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan personel di tengah luasnya wilayah operasional yang harus dijangkau. Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan seluruh potensi SAR menjadi kunci utama.

“Melalui FKP3, kita menyatukan pola tindak dalam setiap operasi kedaruratan. Hasil pertemuan ini akan segera kami tindak lanjuti untuk pembentukan FKP3 di tingkat daerah yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor,” ujar Rudi.

Dengan terbentuknya wadah koordinasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Merauke dapat bergerak selaras, cepat, dan efektif dalam merespons setiap potensi ancaman maupun bencana di daerah.(Iis)