Brigjen Alfred: OPN 2025 Tunjang Kamsertibcarlantas Kondusif

NABIRE – Operasi Patuh Noken (OPN) 2025 yang dilaksanakan serentak di 38 provinsi seluruh Indonesia, digelar guna menciptakan kondisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamsertibcarlantas) pascapelaksanaan Hari Bhayangkara tahun 2025 dan menunjang situasi Kamsertibcarlantas kondusif di wilayah hukum Polda Papua Tengah.
Hal ini seperti dikatakan Kapolda Papua Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Alfred Papare, S. I.K., saat memimpin Apel Gelar Pasukan OPN 2025 Wilkum Polda Papua Tengah di Halaman Upacara Mapolres Nabire, Senin (14/07/2025) pagi.
Dijelaskan Brigjen Alfred, dalam pelaksanaannya ke depan diharapkan dapat berlangsung secara optimal dan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana operasi guna menunjang situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif, aman dan nyaman.
Perlu diketahui bersama, lanjutnya, data perbandingan jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang dan teguran dari Ditlantas Polda Papua Tengah sebagai berikut, tilang triwulan I tahun 2025 sejumlah 404, tilang triwulan II tahun 2025 sejumlah 184 atau turun 54,46%.
Teguran triwulan I tahun 2025 sejumlah 239, teguran triwulan II tahun 2025 sejumlah 261, naik 9,21%. Selanjutnya, untuk data perbandingan angka Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas), yakni Lakalantas triwulan I tahun 2025 sejumlah 128 kasus, Meninggal Dunia (MD) sebanyak 29 orang, luka berat sebanyak 80 orang, luka ringan sebanyak 49 orang dan kerugian material (Kermat) Rp760.000.000.
Lakalantas triwulan II tahun 2025 sejumlah 126 kasus, MD sebanyak 20 orang, luka berat sebanyak 82 orang, luka ringan sebanyak 55 orang dan Kermat Rp.335.000.000, selisih Lakalantas 2 kasus (turun 1,56%), selisih meninggal dunia 9 orang (turun 31,03%), selisih luka berat 2 orang (naik 2,50%), selisih luka ringan 6 orang (naik 12,24%). Selisih Kermat Rp.425.000.000 atau turun 37%.
“Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas yang begitu kompleks, tidak bisa ditangani sendiri oleh instansi Polri, namun perlu sinergitas dengan para stakeholder terkait sehingga penanganan permasalahan di lapangan dapat terakomodir dengan baik,” harap Kapolda Papua Tengah.
Ditambahkannya, beberapa target operasi patuh noken 2025 diantaranya adalah orang meliputi: pengendara roda dua, pengemudi mobil, pejalan kaki, tukang ojek, jambret atau begal dan lain-lain. Untuk, barang meliputi surat-surat kendaraan bermotor, yaitu SIM, STNK, TNKB, helm standar SNI, kelengkapan kendaraan bermotor, pengguna knalpot yang tidak sesuai dengan standar, kendaraan umum, kendaraan bak terbuka dan lain-lain.
Oleh sebab itu, pelaksanaan OPN tahun 2025 diharapkan akan dapat mendorong tercapainya sasaran operasi yang meliputi segala bentuk Potensi Gangguan (PG), Ambang Gangguan (AG) dan Gangguan Nyata (GN) yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas baik sebelum, pada saat maupun pasca operasi patuh noken 2025.
Imbuh Kapolda Papua Tengah, ada beberapa hal penekanan dan arahan untuk dipedomani bagi personel dalam pelaksanaan tugas, selalu bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, jaga keselamatan anda dalam pelaksanaan tugas operasi patuh noken 2025, tingkatkan disiplin seluruh anggota yang terlibat dalam pelaksanaan operasi dimaksud guna terwujudnya pelayanan prima dan tujuan pelaksanaan operasi patuh noken 2025 dan bangun sinergitas harmonis dengan seluruh stakeholder terkait dalam pergelaran operasi dimaksud.
“Utamakan sikap senyum, sapa, salam dan bertindak humanis di lapangan. Layanilah masyarakat dengan sepenuh hati sehingga kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas semakin meningkat. Pelaksanaan Operasi Patuh Noken 2025 Polda Papua Tengah saya nyatakan dimulai,” tandasnya.(wan)
Bagikan artikel ini



