NABIRE - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Nabire melakukan langkah strategis di awal tahun 2026 dengan melakukan rebranding layanan tabungan. Berdasarkan evaluasi internal untuk meningkatkan efisiensi dan memudahkan nasabah, BRI kini mulai menyatukan berbagai produk simpanannya di wilayah perkotaan ke dalam satu merek utama, yaitu BritAma.

Langkah penyatuan ini bertujuan untuk menghilangkan kebingungan di masyarakat terkait banyaknya jenis produk tabungan yang tersedia. Dengan mengusung tagline ‘Satu Bank untuk Semua’, BRI berharap nasabah dapat lebih fokus pada satu produk unggulan yang mencakup semua kebutuhan transaksi modern, baik di kantor unit maupun kantor cabang.

Kepala Cabang BRI Nabire, Mohammad Arief Nur Pratama, menjelaskan bahwa per Januari 2026, saldo minimum untuk produk BritAma tetap dijaga kompetitif di angka Rp50.000. Besaran ini dinilai masih sangat terjangkau guna mendukung program inklusi keuangan nasional bagi seluruh lapisan masyarakat di perkotaan.

Selain BritAma reguler, BRI juga menawarkan varian BritAma bisnis yang ditujukan bagi kalangan pengusaha maupun masyarakat umum. Menariknya, produk ini memberikan keunggulan berupa bebas biaya administrasi bulanan, dengan syarat nasabah harus menjaga saldo minimum di angka Rp5.000.000. Jika saldo terjaga, tidak akan ada potongan biaya apa pun kecuali pajak bunga.

Terkait nasib produk Simpedes, Arief mengkonfirmasi bahwa produk legendaris tersebut sebenarnya masih tetap ada, namun kini lebih difokuskan untuk wilayah pedesaan. 

Di wilayah kerja BRI Nabire, Simpedes masih dapat ditemukan di beberapa titik spesifik, seperti Wagethe dan Enarotali yang karakteristik masyarakatnya memang cocok dengan produk tersebut.

Namun, untuk wilayah perkotaan, seluruh unit kerja BRI baik di tingkat unit maupun cabang kini telah beralih sepenuhnya menggunakan BritAma. Perubahan kebijakan ini juga berdampak pada agenda tahunan yang biasanya dinanti nasabah, yakni Panen Hadiah Simpedes (PHS), yang hingga saat ini belum mendapatkan arahan lebih lanjut dari kantor pusat.

Penyederhanaan produk ini merupakan bentuk adaptasi BRI terhadap perkembangan zaman, di mana nasabah menuntut kemudahan dan identitas brand yang lebih kuat. Dengan menyatukan Simpedes ke dalam ekosistem BritAma di wilayah kota, BRI optimis pelayanan kepada nasabah akan menjadi lebih cepat dan terstandarisasi secara digital.

"Kami ingin masyarakat tidak bingung lagi dengan banyaknya pilihan produk. Sekarang semuanya disatukan menjadi BritAma agar lebih simpel, namun tetap memberikan manfaat maksimal bagi semua golongan nasabah," pungkas Mohammad Arief Nur Pratama saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/01/2026) kemarin.(sam)