NABIRE - Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Wilayah Papua Tengah resmi menggelar Sidang Majelis Daerah (SMD). Kegiatan strategis yang mempertemukan para hamba Tuhan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 21–22 Mei 2026, berpusat di Hotel Caramel, Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Sidang tahun ini mengusung tema besar ‘Sehati Menuntaskan Amanat Agung’, dengan subtema ‘Pemimpin Berintegritas yang Merindukan Revival’. Melalui pesan tersebut, GBI Papua Tengah menegaskan setiap individu, kelompok maupun bangsa dapat mengalami revival atau kebangkitan dari keterpurukan serta mendapatkan pembaharuan semangat iman yang sebelumnya sempat mati suri.

Prosesi pembukaan sidang diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin langsung Pdt. Drs. Kiki Rusmin Sadrach. Jalannya ibadah pembukaan tersebut berlangsung secara khidmat dan penuh dengan semangat rohani serta dihadiri oleh puluhan gembala sidang dan pejabat GBI dari berbagai jemaat di wilayah Papua Tengah.

Dalam khotbahnya, Pdt. Kiki Rusmin Sadrach menjabarkan secara mendalam mengenai tiga jenis revival yang penting bagi pertumbuhan iman gereja. Pertama adalah Personal Revival, dicontohkan seperti Musa di tanah Midian yang mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan melalui semak duri yang menyala, yang kemudian mengembalikan panggilan hidupnya untuk memimpin umat Allah.

Jenis kedua adalah Community Revival atau kebangkitan komunitas, yang merujuk pada jemaat mula-mula, saat api kebangkitan pribadi menjalar ke gereja lokal, sehingga mengubah ibadah formal menjadi persekutuan yang hidup dengan Tuhan. 

Sementara yang ketiga adalah Regional/National Revival, seperti kisah Nabi Elia yang memanggil api dari langit untuk membuktikan kuasa Tuhan di atas kuasa kegelapan, guna mengembalikan suatu bangsa kepada Allah yang benar.

Kegiatan sinodal ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak pemerintah. Mewakili Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Papua Tengah, Herman Kayame, S.T., M.T., hadir memberikan sambutan hangat dan menyatakan bahwa sidang ini merupakan momentum krusial bagi gereja.

Menurut Herman Kayame, agenda ini merupakan wadah yang sangat penting untuk memperkuat konsolidasi pelayanan, mempererat tali persatuan antar-hamba Tuhan serta merumuskan berbagai langkah strategis demi pertumbuhan jemaat di masa depan. Ia mengingatkan bahwa para gembala memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan kasih Kristus dan menjadi terang di tengah masyarakat.

Herman berharap agar forum pengambilan keputusan ini bisa memunculkan rekomendasi dan program kerja yang bijaksana serta penuh hikmat. Ia juga menguatkan para peserta dengan mengutip ayat Alkitab dari 1 Petrus 5:2, yang mengingatkan para pemimpin agama untuk menggembalakan kawanan domba Allah dengan sukarela, penuh kasih dan kerendahan hati sesuai kehendak-Nya.

Menutup rangkaian seremonial pembukaan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap sinergi antara gereja dan pemerintah dapat terus berjalan beriringan. Sidang Majelis Daerah Umum GBI Papua Tengah ini, diharapkan sukses menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang mampu memperkuat pelayanan internal dan memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas. 

Staf Ahli II Papua Tengah Hadiri Sidang Majelis

Staf Ahli II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Herman Kayame, S.T., M.T., menghadiri Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Caramel Nabire, Kamis (21/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Herman Kayame membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H. Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa sidang tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pelayanan gereja, mempererat persatuan antarhamba Tuhan, serta merumuskan langkah-langkah strategis bagi pertumbuhan pelayanan umat ke depan.

“Hari ini merupakan momentum penting untuk memperkuat pelayanan, mempererat persatuan, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan gereja dan pelayanan umat Tuhan ke depan,” ujar Herman Kayame saat membacakan sambutan gubernur.

Ia mengatakan, para gembala dan pelayan Tuhan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persekutuan, membina jemaat, menghadirkan kasih Kristus, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berharap melalui sidang tersebut dapat lahir berbagai keputusan yang bijaksana dan penuh hikmat demi kemajuan pelayanan gereja dan kesejahteraan masyarakat luas.

Selain itu, sidang ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan komitmen para pelayan Tuhan dalam melayani umat.

“Jadikanlah forum ini sebagai wadah untuk saling mendengar, saling menguatkan, dan bersama-sama mencari kehendak Tuhan dalam setiap keputusan yang diambil,” lanjutnya.

Dalam sambutan itu juga disampaikan penguatan firman Tuhan, yakni: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah.”

Firman tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh gembala dan pelayan Tuhan untuk terus melayani dengan kasih, kerendahan hati, dan penuh tanggung jawab.

Di akhir sambutan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan ucapan selamat melaksanakan Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026 dan berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi kemuliaan nama Tuhan. (amd/rob)