Blok Wabu Ditolak, SDM Belum Siap

INTAN JAYA - Dalam lawatan dinasnya ke Kabupaten Intan Jaya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, didampingi Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, bertatap muka dengan masyarakat, tepatnya di Pogapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, pada Selasa (8/7/25).
Melalui video berdurasi 3:35 detik yang diperoleh wartawan di sebuah WhatsApp Grup (WAG), salah satu perwakilan mahasiswa dalam tatap muka tersebut menyatakan, menolak terhadap rencana ekspolaitasi tambang Blok Wabu.
“Saya mewakili dari mahasiswa Mbulu-Mbulu sampai Makataka. Salah satu yang saya sampaikan mengenai Blok Wabu. Blok Wabu itu nama saja yang ada di Sugapa, tapi kalau mau beroperasi dari Mbulu-Mbulu tembus di Yaukimo dan Enaro (Paniai). Kami Suku Moni di Intan Jaya, PT Blok Wabu kami akan tolak. Semua investasi yang masuk di sini maupun seluruh Papua, kami tolak karena merugikan rakyat Papua,” tandasnya.
Menanggapi pernyatakan itu, Bupati Intan Jaya menegaskan, persoalan ini sangat sensitif. Karena itu, Aner mengingatkan kembali kepada mahasiswa bahwa dirinya masih berkomitmen pada dua hal yang disampaikan saat syukuran rakyat usai Presiden Prabowo melantik dirinya sebagai Bupati Intan Jaya.
“Sangat sensitif, yang punya wilayah saya (Bupati). Atasan saya adalah bapak gubernur. Jadi lebih khusus kepada mahasiswa, saat acara syukuran saya pernah bilang hanya dua hal,” ucapnya.
Aner menyatakan dua pernyataan penolakan tersebut dengan pertimbangan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM). “Karena melihat dari SDM. Kalau kita belum siap ngapain ‘barang’ itu masuk. Kita saja belum tau kapan ‘barang’ itu masuk, kapan akan operasi,” tegas Aner.
Dia menyarankan, untuk mahasiswa mendatangi kementerian terkait untuk memastikan kebenarannya. Sebab informasi yang tidak berdasar menjadi sumber gangguan keamanan di Intan Jaya.
“Lebih bagus mahasiswa ke kementerian dulu, karena daerah ini sangat sensitif. Informasi yang tidak-tidak sampaikan itu menjadi gangguan keamanan,” katanya.
Aner mengatakan, pemerintah daerah saat ini lebih fokus untuk membangun pendidikan, membangun daerah dan membangun gereja. “Kita hari ini pikir bagimana orang sekolah, hari ini bagimana kita membangun daerah, bagaimana kita membangun gereja itu yang kita pikir,” akunya.
Aner kembali menegaskan, dia bersama Gubernur Papua Tengah mempunyai komitmen yang sama. Untuk terima atau tidak pasti mempertimbangkan untung rugi yang berdampak kepada masyarakat.
“Kepemimpinan saya, kaka gubernur kalau merugikan masyarakat pasti bilang tidak. Tapi sepanjang untuk membangun daerah, menguntung rakyat pasti kita mendukung. Kita hadir ini tujuan untuk membangun. Semua pihak harus mendukung. Mahasiswa juga harus mendukung,” pungkas Aner. (media online humas)
Bagikan artikel ini



