DEIYAI - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui BKPSDM Provinsi Papua Tengah, telah mengeluarkan pengumuman pendaftaran sekolah kedinasan bagi siswa SMA/SMK, yang akan tamat tahun ajaran 2026/2027.

Pengumuman pendaftaran sekolah kedinasan sebagai sebuah kebijakan Gubernur Papua Tengah, dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia Papua Tengah yang nantinya siap dipakai. Dan juga sebagai sebuah langkah strategis kongrit dalam rangka meringankan beban biaya pendidikan bagi warga yang anaknya yang akan dikuliahkan di sekolah kedinasan yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Pengumuman pendaftaran sekolah kedinasan telah sampaikan informasinya melalui BKPSDM kabupaten se-Provinsi Papua Tengah, untuk dapat mensosialisasi kepada para siswa SLTA tentang pengumuman pendaftaran sekolah kedinasan.

Terkait pengumuman pendaftaran sekolah kedinasan yang disampaikan dari provinsi Papua Tengah, BKPSDM Deiyai, telah sosialisasi ke setiap sekolah SMA/SMK yang ada di Deiyai.

Kegiatan sosialisasi tentang pengumuman pendaftaran sekolah kedinasan, telah berlangsung pada 16 April 2026, di Aula BKPSDM di Tigido, Waghete, Deiyai.

Dalam kegiatan sosialisasi, pihak BKPSDM Deiyai bersama BKPSDM Provinsi Papua Tengah, mensosialisasi tentang pengumuman pendaftaran dan pentingnya sekolah kedinasan kepada para siswa, khususnya para siswa yang baru tamat tahun 2026 ini.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, diikuti para siswa kelas 3, telah mengikuti dengan baik, berjalan cukup alot. Para siswa, telah menyambut dengan baik, kebijakan tentang informasi pendaftaran sekolah kedinasan di luar Papua.

Salah satu materi sosialisasi yang disampaikan adalah, tentang kuliah gratis, semuanya ditanggung Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Selama kuliah, semua beban biaya tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Kepala BKPSDM Deiyai, Yusak Adii, melalui sambutannya menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, atas kebijakannya yang sangat strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Papua Tengah yang handal dan siap pakai.

Kebijakan ini sesuai dengan program prioritas Gubernur Provinsi Papua Tengah, yaitu ‘Papua Tengah Terang’. Lewat program itu telah dilakukan banyak bentuk langkah strategis pembangunan di lapangan, salah satunya, sediakan guru kontrak di seluruh 8 kabupaten Provinsi Papua Tengah dan lainnya.

"Kami salut dengan kebijakan gubernur dan kami siap dilakukan sosialisasi, semoga dapat lulus sesuai kuota yang dikasih untuk Deiyai,” ungkapnya mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, salah seorang staf guru SMAK Aweidabi, Marselus Bukega, menanggapi kebijakan Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa tentang sekolah kedinasan.

Menurutnya, sangat bangga, senang dan sangat baik, dengan kebijakan tersebut, karena sangat terbantu dan cukup meringankan beban orang tua siswa, selama studi anaknya di bangku kuliah.

Dia juga mengakui, kebijakan tersebut ini sebagai satu gebrakan baru dalam kepemimpinan Meki Nawipa, dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dan siap pakai.

“Setelah tamat dari sekolah kedinasan, pasti kembali bekerja juga di dinas bersangkutannya. Misalnya anak yang sekolah pertanahan, pasti setelah selesai pendidikan, kembali bekerja di kantor Pertanahan. Kemungkinan seperti itu,” katanya.

Dia menambahkan, ada beberapa anak dari SMAK Aweidabi, pasti akan daftar di sekolah kedinasan. Mereka akan siapkan berkas, salah satunya nilai ujian, sambil menunggu ijazah, pasti akan segera daftar. 

Dia juga mengharapkan, dukungan orang tua siswa juga sangat penting agar semua proses pendaftaran, hingga selesai dapat berjalan baik agar dapat terselesaikan dengan baik, sesuai harapannya.(hbb)