Bicara PKBM, Bukan Berarti Bicara Pendidikan Kesetaraan Saja
NABIRE - Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mekar Sari, Deni Herman Laturiuw, S.PdK., M,Pd mengatakan, bicara PKBM bukan berarti
NABIRE - Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mekar Sari, Deni Herman Laturiuw, S.PdK., M,Pd mengatakan, bicara PKBM bukan berarti kita bicara pendidikan kesetaraan saja. Tetapi harus dipahami bahwa di PKBM juga ada muatan kegiatan yang sifatnya membina para warga belajar untuk mampu memiliki life skill yang handal dan terampil.
Sebab, kata diam jika kita melihat PKBM–PKBM yang ada di luar Papua banyak sudah lulusan–lulusan yang telah berhasil dalam bidang apa saja. Terutama dalam pengembangan usaha kecil.
Sehingga setelah lulus dari PKBM, para lulusan ini tidak hanya memiliki ijazah paket. Tetapi mereka juga telah memiliki life skill, dengan demikian mereka tidak kehilangan lapangan pekerjaan.
“Kita di Tanah Papua punya Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat kaya. Tetapi dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) belum disentuh perhatian yang sangat serius dari pemerintah. Sehingga SDA yang sangat kaya dan banyak ini belum bisa dikelola dengan baik oleh lulusan–lulusan masyarakat dari paket kesetaraan yang juga memiliki skill,” ujar Ketua PLBM Mekar Sari, Deni Herman Laturiuw, kepada Papuapos Nabire, Rabu (31/3) di seputar SD Inpres Siriwini.
Selaku Ketua PKBM Mekar Sari kini mempunyai mimpi besar bagi pendidikan luar sekolah atau pendidikan kesetaraan. Jika ada perhatian yang serius dari pemerintah, pasti di suatu saat hasil karya terbaik yang membawa nama baik Kabupaten Nabire.
Karena sebagai guru yang telah lama mengabdikan diri di Kota Nabire, belum melihat ada perhatian yang serius dari pemerintah soal pendidikan life skill yang diperhatikan langsung ke semua PKBM yang ada di daerah ini. (des)
Bagikan artikel ini



