JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui Wakil Bupati Intan Jaya, Yann R. Kobogoyauw, S.Th, M.Div, telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Papua beserta sejumlah pimpinan OPD di Provinsi Papua.

   Pertemuan yang digelar Selasa (23/2/2021) di Swissbell Hotel Jayapura, turut dihadiri Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal.

    “Harapan kami kedepan setelah melakukan pertemuan dengan pemerintah provinsi bersama seluruh pimpinan OPD di Provinsi Papua ini, ada langkah-langkah strategis yang bisa ditemukan untuk melakukan pemulihan,” harap Wabup Intan Jaya kepada wartawan seusai melakukan pertemuan tertutup bersama Pemprov Papua yang dipimpin Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal,  Selasa (23/2/2021) di Swissbell Hotel Jayapura.

    Lebih lanjut dikatakan Wakil Bupati Intan Jaya, situasi terakhir di Sugapa ibukota Kabupaten Intan Jaya, sudah mulai berangsur pulih.

     Hal ini sesuai dengan informasi yang didapatkannya dari Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni.

    Kemudian, lanjut dia, pengungsi secara berangsur telah kembali ke kampung mereka.

   Namun sebagian masih berada di Gereja Katolik Santo Mikael Belogai.

   Informasi terbaru yang diterimanya dari Bupati Natalis Tabuni, Tim Peduli Konflik di Intan Jaya yang melibatkan sejumlah stakeholder sudah dibentuk.

     “Dan kerjasama dengan mereka ini, rencana Satgas yang akan dibentuk dari provinsi oleh Pak Wagub.

  Maka itu akan pulih kembali,” harapnya.

   Menjawab pertanyaan wartawan apakah aparat keamanan TNI/Polri yang semakin hari semakin banyak di Intan Jaya, termasuk salah satu penyebab warga diungsikan.

    Menjawab hal ini, kata Wabup Yann mengatakan, pihak TNI/Polri adalah menjaga keamanan.

   Namun sempat terjadi kontak senjata yang dilakukan oleh TPN/OPM/KKSB.

   arena masyarakat awam dengan situasi seperti ini, maka satu–satunya jalan adalah warga ini menuju ke Timika.

  Namun ini menurutnya tidak secara resmi atau tidak diijinkan oleh Pemkab Intan Jaya.

   “Kami yakin masih banyak penduduk yang masih ada di kampung–kampung dan di desa–desa.

  Itu sebabnya saya memberanikan diri untuk datang melaporkan situasi ini.

    Karena sementara masyarakat yang berada di desa dan kampung tidak bisa berkebun, karena gangguan keamanan,” ungkapnya.

  Situasi ini hampir sama dengan di Kabupaten Puncak Jaya dan Illaga, Kabupaten Puncak.

    Untuk itulah Pemkab Intan Jaya datang ke Pemprov Papua mengungkapkan semua permasalahan ini.

  “Masyarakat pada umumnya takut dengan kejadian ini,” timpalnya.

 Saat ini ada 10 titik tempat pengungsian dengan jumlah pengungsi sesuai informasi yang didapat dari pihak gereja, dari 600 pengungsi yang masuk di ibukota Sugapa yang mengungsi di Gereja Katolik.

  Sebagian di 11 titik adalah di Nabire.

  Tetapi ada Tim Dinas Sosial Provinsi Papua sudah berada di sana untuk mengambil data.

    Para pengungsi ini terpusat di Jayanti, Nabire yang merupakan area Gereja Kemah Injil dari Hitadipa tempat Pdt. Alm. Yeremias Zanambani dan juga warga dari Sugapa.

    Sedangkan di Karang Mulia terdiri dari beberapa warga dari tiap distrik.

  Kemudian Kali Pepaya pusatnya warga Nduga dari Titigi dan Tugusiga yang mengungsi karena ada Gereja Nduga di Nabire.

  “Kami harap tidak terlalu banyak. Tetapi dari data ini saya kemarin meminta pihak gereja dalam hal ini para gembala untuk membantu staf dari Dinas Sosial mendata. Kami harap besok data ini sudah lengkap dan kami bisa mengajukan ini untuk mendapat bantuan sembako yang layak,” harapnya.

  Pemkab Intan Jaya Tak Tinggal Diam Namun demikian Pemerintah Kabupaten Intan Jaya tidak diam saja.

  Tetapi bupati bersama jajarannya telah mengirimkan bantuan dari Nabire–Sugapa untuk membantu pengungsi ataupun beberapa kampung di Sugapa dan sekitarnya.

 Untuk Nabire sendiri belum diberikan bantuan.

  Karena belum diidentifikasi berapa banyak yang tinggal di keluarga dan anak–anak mereka yang berdomisili di Nabire.

  “Sejak pecahnya konflik bersenjata antara TNI/Polri dan TPN/OPM tanggal 17 Desember 2019.

  Selama itu pemerintahan jalan baik.

  Tetapi di awal tahun ini mulai dari Januari 2021, memang Sekda tetap aktif di atas (Sugapa, red) jalankan tugas bersama beberapa dinas terkait.

 Walaupun belum maksimal,” akunya lagi.

 Namun akhir Januari dan bulan Februari, Pemkab Intan Jaya dalam hal ini Bupati sudah aktif selama 1 bulan di atas.

  Sehingga masyarakat sudah mulai memberanikan diri beraktifitas.

 “Mudah–mudahan dengan pertemuan ini menjadi jawaban dan solusi bagi masyarakat.

  Mereka dihibur dan mereka bisa kembali berakfitas, perekonomian berjalan seperti biasa,” harapnya.

  Sedangkan untuk jaringan komunikasi di Sugapa, diakui Wabup Yann, hal ini masih menjadi persoalan di kabupaten ini. (PPN/ist)