NABIRE – Karena belum mendapatkan upah sejak awal tahun 2018 hingga saat ini, puluhan tenaga kebersihan menggelar aksi di Dinas Kebersihan Nabire di Jalan Merdeka, Rabu (11/4). Pagar pada pintu masuk kantor itu ditutup dan sampah terlihat terhambur di pinggi jalan depan kantor itu.Setelah menutup pintu masuk bagian depan kantor, puluhan tenaga kebersihan yang beraksi bergerak masuk lingkungan kantor melalui pintu samping bagian belakang kantor itu. Di halaman belakang kantor itu, para petugas kebersihan itu saling bersautan dan meneriakkan tuntutan upah mereka untuk dibayarkan. Dari penyampaian mereka, sejak awal tahun belum menerima upah. Padahal mereka mengaku telah melaksanakan tugasnya membersihkan kota.“Sudah sejak awal tahun kami belum menerima upah. Padahal kita terkarang lebih mengutamakan pekerjaan membersihkan lingkungan dari pada keluarga kami sendiri. Pagi-pagi belum urus keluarga, kita justeru mengutamakan kerja kebersihan dulu. Tapi yang kami sayangkan, ternyata sampai saat ini upah kami belum juga dibayarkan. Kami datang keseini hanya mau menuntut apa yang menjadi hak kami yaitu upah kerja,” ujar salah seorang dari petugas kebersihan itu.Pantauan media ini, puluhan tenaga honorer kebersihan itu menuntut pemerintahan Kabupaten Nabire agar segera membayarkan upah mereka yang belum diterima sejak Januari 2018. Dalam aksi itu, para tenaga kebersihan mencabut beberapa tanaman dan bunga yang ada di depan pagar kantor serta menutup pintu depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Nabire sebagai bentuk kekecewaan karena belum menerima honor mereka.Saat aksi itu juga sempat terkemuka soal beredarnya Surat Edaran Bupati tentang penghematan pembiayaan belanja tahun 2018. Para tenaga honorer tetap bersikukuh bahwa upah mereka sebesar 1,7 juta kalikan 3 bulan harus dibayarkan walaupun sudah ada rasionalisasi upah kontrak Bupati Nabire sebesar 1,3 juta yang berlaku 1 April 2018. Dan terkait rasionalisasi tersebut, para honorer meminta hal itu harus dibahas bersama Bupati Nabire. (ros)