Belum Beri Ketenangan Warga, Pj Bupati Konsentrasi Pembangunan Dogiyai
DOGIYAI – Para pencari kerja atau pengangguran dari warga Kamuu dan Mapia, seperti kelompok terpelajar Kamapi menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Bupati, Kepala BKD dan DPRD Dogiyai mendorong diangkat menjadi CPNS.

DOGIYAI – Para pencari kerja atau pengangguran dari warga Kamuu dan Mapia, seperti kelompok terpelajar Kamapi menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Bupati, Kepala BKD dan DPRD Dogiyai mendorong diangkat menjadi CPNS.
Untuk itu, warga ini meminta kepada Pemerintah Dogiyai menerima dan mengangkat pegawai. Mereka secara bersama mendatangi Kantor Bupati Dogiyai dengan menyampaikan aspirasi itu kepada Penjabat Bupati dan BKD guna menerima usulan tersebut dan dapat memperjuangkannya hingga ke BKD pusat.
Sementara itu, Pj Bupati Dogiyai sendiri belum berkonsentrasi terhadap hal tersebut, masih baru menjabat, sehingga belum memberikan keleluasan yang kini lagi fokus mengurus pemerintah dan pembangunan di Kabupaten Dogiyai
Warga mestinya harus pahami hal dimaksud. Penegasan itu dikemukakan Tokoh Masyarakat Sukikai Selatan, Tobias Pugiye, kepada media ini di Moanemani beberapa waktu lalu.
Katanya, Pj Bupati Dogiyai, Marte Ukago sebagai birokrat murni. Pernah menjadi Sekda Kabupaten Deiyai, pernah menjadi staf ahli gubernur, masa Ribka Haluk dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah.
Dogiyai bukan kabupaten besar, kecil saja. Cuma warga tidak memberikan keleluasaan kepada Pj Bupati Dogiyai, ujar Tobias. Warga belum memberikan ketenangan juga terhadapnya. Kenyamanan warga di lingkungan sosial warga Moanemani yang belum stabil. Banyak kerusakan fasilitas umum yang dibangun pemerintah.
Pipa air bersih, pencurian dan pemalangan. Moanemani mesti aman dan baik secara umum supaya ada perubahan. Sampah dimana-mana, sudah kota Moanemani kotor lagi.
“Padahal kami sudah ada kelompok, mama-mama dan kaum bapak pembersih jalan. Tidak menghargai kelompok pembersih Dogiyai berbunga dengan simbol Dogiyai Dou Enaa. Nanti Dogiyai Dou Peu (tidak baik), akibat warga sendiri tidak buang sampah pada tempatnya. Dua tumpukan sampah besar yang masih ada bersama masyarakat ini,” katanya.
Dia menambahkan, pimpinan keuangan Dogiyai keluarkan uang besar kepada pimpinan OPD, namun belum ada kegiatan di tengah masyarakat. Belum juga buat kegiatan bersama (kegiatan yang melibatkan masyarakat itu di Moanemani, Kabupaten Dogiyai ini).
Pigiye istilahkan Dogiyai hanya tempat mencari uang. Belum ada pelayanan publik yang baik dan menyeluruh. Pejabat belum belanja jualan masyarakat di Dogiyai. Permintaan belanja dari DPRD besar, lalu porsi keamanan dan keputuhan PNS. Berapa APBD Kabupaten Dogiyai? Permintaan belanja mobil, belum kebutuhan urusan dewan dan pemerintah. Kantor pemerintah masih belum dibangun, kebanyakan masih sewa rumah warga.
Tobias Pugiye, mantan Asisten III Setda Dogiyai itu pernah menghadap Pj Gubernur, Ribka Haluk, soal keseriusan tapal batas wilayah, sehingga Mapia mendapat pemekaran baru, yakni kabupaten sendiri. “Usulan untuk ini sudah saya sampaikan sebagai tokoh Mapia kepada penjabat gubernur dan Pemkab dan hal ini akan dilihat kedepan agar Dogiyai Dou Enaa itu bisa terwujud,” pungkasnya.(don)
Bagikan artikel ini



