Bappeda Gelar Musrembang Tingkat Distrik dan Kampung
DEIYAI - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Deiyai, melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrembang) tingkat distrik dan kampung se Kabupaten Deiyai, selama tiga hari, terhitung dari tanggal 17 Maret 2016, bertempat di aula
Bagikan
DEIYAI - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Deiyai, melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrembang) tingkat distrik dan kampung se Kabupaten Deiyai, selama tiga hari, terhitung dari tanggal 17 Maret 2016, bertempat di aula masing-masing distrik, diantaranya Distrik Tigi, Tigi Barat, Tigi Timur , Kapiraya dan Distrik Bouwobado.
Kegiatan Musrembang tingkat distrik – kampung ini dibuka Wakil Bupati Deiyai, Agustinus Pigome, S.Ag.,M.Ap ditandai dengan tarik busur dan secara umum telah berlangsung dengan baik, lancar dan sukses. Wabup Deiyai Agustinus Pigome, melalui sambutannya mengatakan, kegiatan Musrembang merupakan kegiatan yang sangat penting dalam derap langkah pembangunan dalam suatu pemerintahan, karena telah mengamanat dalam Undang-Undang Nomor 25 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, sehingga sudah menjadi sebuah kewajiban untuk dilaksanakan setiap tahun, agar dapat mengukur dan merancang proses pembangunan. Untuk itu, Bappeda sebagai lembaga penyelenggara musyawarah perencanaan pembangunan daerah dapat menjalankan amanat UU 25 tersebut, untuk dapat merangkul dan menyusun semua draf pembangunan, maka Bappeda berkewajiban untuk melaksanakan Musrembang. Oleh sebab itu, melalui Musrembang ini diharapkan Bappeda bersama dengan para Kepala Kampung (Kakam) dapat menyimak dengan baik, dalam penyusunan program pembangunan sesuai keluhan, kebutuhan masyarakat dan berdasarkan dengan kondisi riil di kampung. “Kami berharap kepada para Kakam dan sekretaris kampung bisa menyampaikan rancangan programnya, sesuai dengan kebutuhan, keluhan masyarakat yang amat sangat mendesak, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, insfrastruktur bahkan program lainnya sesuai kondisi rill di masing-masing kampung,” katanya.Lanjut Agustinus, program pembangunan yang bisa disampaikan melalui Musrembang ini adalah program yang bisa memakan jumlah dana yang besar. Sedangkan program yang bisa memakan dana yang kecil tidak perlu dimasukkan dulu karena program yang akan dijawab juga adalah hanya satu, dua program yang dinilai mendesak (urgen), karena bukan hanya satu kampung atau distrik saja. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan Musrembang tingkat distrik – kampung, yang berlangsung di lima distrik, dengan 67 kampung se wilayah Kabupaten Deiyai, hari pertama dimulai dari Distrik Tigi Barat, berlangsung di Aula Sekolah SMP Negeri Tigi Barat, dihadiri para Kakam, Sekam dari 22 kampung se Distrik Tigi Barat.Melalui Musrembang tersebut, telah diprogramkan puluhan program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan insfrastruktur, sesuai kebutuhan masyarakat, kondisi rill di 22 kampung yang ada di distrik ini. Sampai masuk hari kelima, di distrik lainnya yang ada di 5 distrik secara umum telah berjalan aman dan lancar. Kepala Bappeda Deiyai, Fansiskus Xaferius Adii mengatakan, apapun program yang telah sampaikan oleh para kepala kampung didampingi sekretaris kampung yang telah disusun dan dirampungkan tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi rill di lapangan. Semua rancangan program pembangunan dimaksud, akan dibahas lagi di Musrembang tingkat kabupaten dan juga Musrembang tingkat Provinsi Papua di Jayapura yang akan dilaksanakan berapa waktu kedepan. “Sekian banyak program yang disampaikan, akan diteruskan melalui SKPD terkait melalui Musrembang nanti dan program yang telah disampaikan tahun 2016 ini akan bisa direalisasikan pada tahun 2017 keatas, sehingga dari sekian banyak program yang telah disusun, pasti yang akan bisa menjawab di masing-masing kampung adalah pasti satu atau dua program yang dinilai mendesak,” kata Frans.Sedangkan program yang akan dijalankan dalam tahun 2016 adalah program yang telah disusun melalui Musrembang pada tahun 2015 lalu. Sehingga kata Frans, para kepala kampung jangan berpikir dan pamaham baik bahwa program yang sedang disusun melalui Musrembang tingkat distrik – kampung yang dilaksanakan tahun 2016 ini, akan direalisasikan pada tahun 2017 melalui dinas terkait. “Semua program yang tersusun akan dirangkumkan juga melalui Musrembang tingkat kabupaten yang akan dilaksankaan dua hari kedepan, bertempat di salah satu Aula di Deiyai,” imbuhnya. (henbob)
Bagikan artikel ini



